Meugang Pilu di Bumi Pase: Bantuan Dana Sapi Presiden Belum Cair, Geuchik Pusing Tujuh Keliling

AGUS SURIADI

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:26 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Harapan ribuan warga penyintas banjir di Aceh Utara untuk menikmati daging sapi pada tradisi Meugang Ramadan kali ini berada di ujung tanduk. Alih-alih menjadi pelipur lara pasca-bencana, bantuan sapi senilai Rp19,5 miliar dari Presiden RI Prabowo Subianto justru menyisakan kegaduhan dan kepanikan di tingkat desa.

Hingga Selasa sore (17/02/2026), dana bantuan sebesar Rp17 juta per desa tersebut dilaporkan belum kunjung mendarat di rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas). Padahal, ritual pemotongan hewan (Meugang) hanya menyisakan waktu yang sangat mepet.

Kejar Tayang di Tengah Prosedur Kaku

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Ketua Forum Geuchik Aceh, Al Halim Ali, membenarkan kegelisahan yang melanda para perangkat desa. Menurutnya, birokrasi perbankan dan momentum libur menjadi tembok besar yang menghalangi hak rakyat kecil.

“Dana belum kami terima, sedangkan Meugang itu hari Rabu besok. Bank baru buka besok. Ini sangat mepet! Pokmas akhirnya bergantung sama Geuchik untuk ‘ngutang’ sapi dulu ke peternak,” ujar Al Halim dengan nada getir saat dikonfirmasi.

Kondisi ini memaksa para Geuchik melakukan manuver berisiko: mencari pinjaman sapi dengan jaminan “janji cair”. Namun, meyakinkan peternak untuk melepas sapi dalam jumlah besar tanpa uang muka bukanlah perkara mudah, apalagi dana operasional desa tidak memiliki pos anggaran untuk menalangi biaya sebesar itu.

6 Catatan Merah Penyaluran Dana

Muadi Buloh, menyoroti tajam kinerja Pemkab Aceh Utara. Menurutnya, setidaknya ada enam persoalan krusial yang membuat bantuan Presiden ini terancam “salah urus”:

Kas Kosong: Hingga H-1, rekening desa masih nihil saldo.

Kendala Perbankan: Liburnya Bank Aceh dianggap sebagai kegagalan antisipasi jadwal oleh pemerintah daerah.

Budaya “Ngutang”: Desa dipaksa mencari pinjaman pribadi, yang dianggap merusak tata kelola anggaran publik yang sehat.

Alokasi Tak Proporsional: Pembagian rata Rp17 juta per desa dianggap tidak adil bagi desa dengan jumlah penduduk besar atau dampak banjir paling parah, seperti Riseh Tunong dan Krueng Geukueh.

Misteri Sisa Anggaran: Dengan asumsi 852 desa menerima Rp17 juta, terdapat selisih sekitar Rp5 miliar yang hingga kini belum jelas peruntukannya.

Transparansi Data: Pemerintah belum mempublikasikan desa mana saja yang mendapatkan alokasi lebih (di atas satu ekor sapi) serta apa indikator penilaiannya.

Rakyat Tak Punya Harta Tersisa

Bagi masyarakat Aceh Utara, Meugang kali ini bukan sekadar tradisi, melainkan pertaruhan martabat di tengah duka. Pasca-banjir besar, mayoritas warga kehilangan harta benda. Membeli daging dengan harga pasar yang melonjak adalah kemewahan yang mustahil digapai.

” Masyarakat benar-benar berharap pada bantuan ini. Mereka tidak punya apa-apa lagi. Kalau sapi tidak ada, Meugang kali ini akan terasa sangat pahit,” ungkap salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya.

Respons Pemerintah: “Iya, Ngutang Dulu”

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayahwa), menyatakan bahwa dana miliaran tersebut diperuntukkan bagi 1.109 ekor sapi. Ia mengklaim wilayah terdampak parah seperti Langkahan dan Baktiya akan mendapat porsi lebih besar melalui rekening Pokmas demi transparansi.

Namun, saat dikonfirmasi kembali via pesan WhatsApp pada Selasa terkait dana yang belum cair dan desakan agar Geuchik berutang, ia menjawab singkat:

“Iya (harus ngutang dulu), karena bank libur,” tulisnya.

Kini, publik Aceh Utara hanya bisa menanti; apakah birokrasi mampu bergerak lebih cepat dari tajamnya pisau Meugang, ataukah bantuan Presiden ini justru baru akan tiba saat asap tungku dapur warga sudah padam.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api
Polsek Nibong Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu, Jelang Hari Bhayangkara ke-80,
Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Paya Bakong Salurkan Bantuan Bansos Kepada warga Lansia
Jelang HUT Bhayangkara ke 80 Pengurus Bhayangkari Ranting Baktiya Barat Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu
Empat Pria Dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi Di Nisam
Satlantas Polres Aceh Utara Antisipasi Balap Liar, Empat Motor Knalpot Brong Diamankan Saat Patroli Blue Light
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:28 WIB

GMNI Sumut Mendukung Tindakan Tegas dan Terukur Bagi Pelaku Kriminal Khususnya Begal Karena Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Sikat Habis Kejahatan Jalanan! Polrestabes Medan Bongkar 8 Gudang Ranmor dan Tindak Tegas 37 Tersangka ​

Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:23 WIB

Dalam 72 Jam, Polda Sumut Gempur Sarang Narkoba: 134 Kasus Terbongkar, 26 Barak Dimusnahkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:38 WIB

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum Di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber Di Era Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:38 WIB

Dari Video Viral ke Sidang Etik: Kompol DK Dipecat, Polda Sumut Tegaskan Komitmen Penindakan Tegas

Senin, 4 Mei 2026 - 14:42 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 14:01 WIB

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ? …

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB