Ogan Ilir, 28 Juli 2026 – Pimpinan Pondok Pesantren Syafa’atut Thulab, K.H. Muhammad Husairi Abror, menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Redaksi RadarNews didampingi penasihat hukum pondok pesantren, di kediaman pengasuh ponpes, Selasa (28/7). Pertemuan ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan bertujuan untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman terkait pemberitaan sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir jajaran pengurus pondok pesantren, penasihat hukum yang mewakili pihak ponpes, serta Redaksi dan tim liputan RadarNews.
K.H. Muhammad Husairi Abror menyambut baik kedatangan tim media dan menegaskan keterbukaan pihaknya terhadap informasi yang benar dan akurat. “Kami sangat menghargai upaya meluruskan fakta. Pondok pesantren berdiri untuk mendidik santri, baik dalam ilmu agama maupun umum, dan kami tidak pernah melarang santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang maupun lembaga lain,” ujar Kiai Husairi.
Pihak penasihat hukum juga menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi bukti komitmen menyelesaikan masalah dengan cara damai dan kekeluargaan, tanpa menutup kemungkinan langkah hukum jika masih ada pemberitaan yang tidak sesuai fakta.
Sementara itu, perwakilan RadarNews menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas ketidaktepatan informasi pada berita sebelumnya dan berkomitmen untuk selalu melakukan verifikasi ganda sebelum menayangkan berita. “Kami berharap hubungan baik antara media dan lembaga pendidikan ini tetap terjaga demi kepentingan masyarakat luas,” ujar perwakilan media.
Pertemuan berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, di lingkungan Pondok Pesantren Syafa’atut Thulab, wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Silaturahmi ini dilaksanakan untuk meluruskan kesalahpahaman akibat berita yang sebelumnya beredar, mempererat hubungan antarlembaga, serta memastikan informasi yang tersebar di masyarakat sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Suasana berjalan sangat hangat, penuh keakraban, dan saling menghargai. Kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung dan menjaga komunikasi yang baik ke depannya.
Pertemuan dimulai dengan pembahasan pelurusan fakta, dilanjutkan tukar pandangan secara damai, dan ditutup dengan sesi foto bersama.(Vito)





























