Bupati Al-Farlaky Kembali Jelajahi Simpang Jernih, Tempuh Dua Jam Jalur Sungai Bertemu Warga Rantau Panjang

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 22:33 WIB

50339 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang Jernih — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si kembali menjelajahi wilayah pedalaman Kecamatan Simpang Jernih. Kali ini, orang nomor satu di Aceh Timur itu menembus Gampong Rantau Panjang, Senin (5/1/2026), melalui jalur sungai dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Kedatangan Bupati Al-Farlaky disambut hangat oleh warga Rantau Panjang Bidari. Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya bagi Al-Farlaky ke Simpang Jernih. Sebelumnya, ia telah menerobos akses darat menggunakan sepeda motor trail menuju Gampong Batu Sumbang dan Pante Kera.

Bupati bertolak dari Pendopo Idi menuju pusat Kecamatan Simpang Jernih dan bermalam di Kantor Camat Simpang Jernih sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur sungai. Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan tiba di Gampong Rantau Panjang.

Selama lebih dari satu jam, Bupati Al-Farlaky berdialog langsung dengan warga. Dalam kesempatan itu, ia memastikan pemerintah daerah akan segera memulihkan infrastruktur rumah warga serta fasilitas umum yang rusak akibat bencana. Ia juga meninjau langsung kondisi Sekolah Dasar, SMP, serta Puskesmas Pembantu (Pustu) di gampong tersebut.

Gampong Rantau Panjang terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Bidari, Dusun Rube, dan Dusun Jernih. Dalam aktivitas sehari-hari, warga menggunakan jalur darat dan sungai.Sebanyak 127 rumah dilaporkan rusah parah dalam musibah bencana ini.

Untuk ke Gampong Rantau panjang biasanya bisa Jalur darat dapat ditempuh melalui Kecamatan Peunaron dan Birem Bayeun dengan estimasi waktu sekitar dua jam dalam kondisi normal.

Sementara jalur sungai kerap digunakan warga untuk berbelanja ke Kabupaten Aceh Tamiang dengan waktu tempuh sekitar enam jam, sehingga mereka harus bermalam di sana.

Bupati Al-Farlaky menegaskan akan memberi perhatian serius dan khusus terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) di sejumlah kawasan dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen.

Ia juga menjelaskan secara langsung kepada warga terkait status dan skema hunian sementara (huntara) serta dana tunggu hunian (DTH).

“Penjelasan ini kami anggap sangat penting dan harus terang benderang agar masyarakat tidak salah paham dalam proses pembangunan huntara. Karena itu, komunikasi lintas kecamatan harus gerak cepat supaya tidak ada data rakyat yang tertinggal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas Al-Farlaky.

Selain itu, Bupati meminta warga Rantau Panjang menggalakkan gotong royong untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum. Ia menyebutkan sejumlah relawan telah masuk ke wilayah tersebut, termasuk personel TNI yang membantu membersihkan sekolah-sekolah.

“Silakan ikut gotong royong bersama relawan dan TNI agar Rantau Panjang bisa cepat pulih,” ujarnya.

Al-Farlaky juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuka pintu seluas-luasnya bagi relawan yang ingin membantu penanganan pascabencana.

Namun ia mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar aktivitas relawan di lapangan berjalan lancar.

“Kita tidak menutup pintu bagi relawan, asalkan ada koordinasi agar teman-teman lebih mudah bergerak di lapangan,” katanya.

Di akhir kunjungan, Bupati berharap komunikasi antara geuchik dan pihak kecamatan terus ditingkatkan, khususnya dalam pendataan dampak bencana. Ia meminta aparatur gampong bergerak cepat memastikan data yang disampaikan benar dan valid.

“Geuchik dan perangkat gampong harus gerak cepat memastikan data yang valid. Kita berharap masyarakat di sini bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkas Al-Farlaky.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Kembali Menunjukkan Komitmennya Satresnarkoba Polres Langsa Ungkap Kasus Penanaman Ganja
Perkembangan Penanganan Kasus Video Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Idi Tunong, Polisi Jelaskan Alasan Belum Menahan Tersangka
Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur
Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Gampong, Kasatresnarkoba Polres Aceh Timur Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan
SEBANYAK 15 PESEBAK BOLA MUDA ACEH TIMUR DIBOYONG LATIHAN KE PSS SLEMAN
Medco E&P Malaka, BPMA, IM-TRAX Tanam 1.000 Pohon, Dukung Rehabilitasi Lingkungan Pascabanjir Aceh Timur
Polres Aceh Timur Amankan Lokasi Kebakaran Penampungan Minyak Tradisional di Darul Ihsan.
Respon Cepat Polres Aceh Timur Menyikapi Video Penganiayaan Anak Di Idi Tunong

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:23 WIB

Kembali Menunjukkan Komitmennya Satresnarkoba Polres Langsa Ungkap Kasus Penanaman Ganja

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:22 WIB

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:03 WIB

Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Gampong, Kasatresnarkoba Polres Aceh Timur Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:47 WIB

SEBANYAK 15 PESEBAK BOLA MUDA ACEH TIMUR DIBOYONG LATIHAN KE PSS SLEMAN

Senin, 6 Juli 2026 - 23:25 WIB

Medco E&P Malaka, BPMA, IM-TRAX Tanam 1.000 Pohon, Dukung Rehabilitasi Lingkungan Pascabanjir Aceh Timur

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polres Aceh Timur Amankan Lokasi Kebakaran Penampungan Minyak Tradisional di Darul Ihsan.

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:43 WIB

Respon Cepat Polres Aceh Timur Menyikapi Video Penganiayaan Anak Di Idi Tunong

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kapolres Aceh Timur Cek Ruang Pelayanan Publik: Berikan Pelayanan Yang Humanis dan Optimal ke Masyarakat

Berita Terbaru