Ironi Punti Geulumpang VII: Dana Desa Ratusan Juta Diduga Dikorupsi, Rumah Dhuafa Berubah Alamat ke Rumah Geuchik?

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 20:17 WIB

50518 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

Aceh Utara – Tata kelola Dana Desa (DD) di Gampong Punti Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, kini tengah berada di bawah radar publik. Dugaan praktik lancung berupa mark-up hingga korupsi anggaran yang melibatkan oknum (Geuchik) disinyalir telah berlangsung secara sistematis sejak tahun 2022 hingga 2025.

‎Berdasarkan investigasi dan keterangan sumber internal perangkat desa, aroma tidak sedap tercium dari berbagai pos anggaran yang realisasinya dianggap “gelap”. Salah satu yang paling mencolok adalah alokasi dana Ketahanan Pangan tahun 2025 senilai lebih dari Rp126 juta.

‎”Dana itu fokusnya untuk hewani dan nabati, tapi realitanya tidak jelas rimbanya. Jangankan hewannya, kandangnya saja tidak ada sampai saat ini,” ujar sumber tersebut kepada awak media, Jumat (10/04/2026).

Jejak Anggaran yang Menguap

‎Kejanggalan di Punti Geulumpang VII ibarat benang kusut yang tak kunjung terurai. Dari data yang dihimpun, terdapat rentetan persoalan anggaran tahunan yang belum menemui titik terang:

‎Tahun 2023: Dana pembangunan rumah dhuafa sebesar Rp80 juta diduga justru dialokasikan untuk membangun rumah pribadi sang Geuchik.

‎Tahun 2022-2023: Meski telah ada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat, kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp150 juta diduga belum dikembalikan ke kas negara, namun yang aneh inspektorat Aceh Utara belum mengirimkan LHP ke Tuha Peuet.

‎Tahun 2024: Penggunaan anggaran sebesar Rp129 juta lebih hingga kini laporannya masih “abu-abu”.

‎Tahun 2025: Dugaan korupsi dana Ketahanan Pangan senilai Rp126 juta.

‎”Kami mempertanyakan kinerja Inspektorat dan pihak kecamatan. Mengapa kerugian negara ini terkesan dibiarkan?, Dalam waktu dekat, kami akan membawa bukti-bukti ini ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara,” tegas sumber tersebut.

Ketua Tuha Peuet: “Saya Tidak Pernah Dilibatkan”

‎Dugaan tata kelola pemerintahan desa yang tidak sehat ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Tuha Peuet (Badan Permusyawaratan Desa) Punti Geulumpang VII, Sofyan atau yang akrab disapa Abu Yan.

‎Sejak menjabat pada 2025, ia mengaku Geuchik tidak pernah berkoordinasi maupun melakukan rapat pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran.

‎”Soal dana ketahanan pangan 20 persen itu, setahu saya tidak ada kegiatannya. Saya sudah sampaikan agar setiap kegiatan dikoordinasikan dengan Tuha Peuet, tapi semua diabaikan. Sudah lebih setahun tidak ada musyawarah atau rapat,” ungkap Abu Yan.

Konfirmasi Geuchik yang Mengambang

‎Terkait derasnya tudingan tersebut, Geuchik Punti Geulumpang VII, Mukhtarudin, memberikan respons singkat saat dikonfirmasi pada Jumat (10/04).

‎”Sebentar lagi saya telepon balik kamu, kamu tinggal di mana?” ujarnya singkat.

‎Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak media yang menunggu selama satu hari penuh belum menerima telepon balasan. Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp pun hanya berstatus centang dua (terkirim namun belum direspons).

Data Pagu Anggaran

‎Sebagai informasi, pagu anggaran Dana Desa Punti Geulumpang VII terus mengalir setiap tahunnya dengan rincian:

‎2025: Rp631.167.000

‎2024: Rp645.453.000

‎2023: Rp639.477.000

‎2022: Rp624.531.000

‎Secara hukum, penyalahgunaan wewenang dan anggaran desa dapat dijerat dengan UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta sanksi administratif berupa pemberhentian jabatan berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

‎Hingga berita ini dipublikasikan, bungkamnya sang Geuchik justru menyisakan ruang spekulasi yang semakin liar di tengah masyarakat. Publik kini menanti, apakah klarifikasi akan datang melalui hak jawab, atau justru melalui proses pemeriksaan di meja hijau Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

‎Kini, bola panas dugaan korupsi ini berada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat Gampong Punti Geulumpang VII hanya bisa berharap agar transparansi bukan sekadar slogan, dan hak-hak warga miskin yang diduga ‘terpangkas’ dapat segera dipulihkan melalui proses hukum yang adil dan tanpa tebang pilih.

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api
Polsek Nibong Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu, Jelang Hari Bhayangkara ke-80,
PW FAST RESPON DPW ACEH Resmi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80
Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Paya Bakong Salurkan Bantuan Bansos Kepada warga Lansia
Jelang HUT Bhayangkara ke 80 Pengurus Bhayangkari Ranting Baktiya Barat Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu
Empat Pria Dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi Di Nisam
Satlantas Polres Aceh Utara Antisipasi Balap Liar, Empat Motor Knalpot Brong Diamankan Saat Patroli Blue Light
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:47 WIB

Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:30 WIB

ASDP Sigap Tangani Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Investigasi dan Keselamatan Jadi Perhatian Utama

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:36 WIB

Latihan Menembak di Markas Brimob, Anggota DPRA Termuda Diana Putri Amelia Asah Fokus dan Kedisiplinan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:12 WIB

Terapkan Prinsip BETAH, Kapolda Aceh Pantau Langsung Rikkes Tahap II 175 Calon Bintara Polri

Senin, 8 Juni 2026 - 18:13 WIB

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:25 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:08 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, 170 Atlet Ikuti Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:38 WIB

Wagub Aceh Terima Audiensi MPU, Bahas Keseragaman Penerapan Hukum Mawaris

Berita Terbaru