Kisah Mualem Membangun Masjid Di Kampung Halaman Aceh Utara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 11:27 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh-utara | Mualem mulai membangun masjid di kampung halaman sejak sebelum menjadi Gubernur Aceh. Hingga kini, pembangunan itu berjalan tanpa mengandalkan anggaran pemerintah._

Mualem melepas sepatu dan duduk di tangga masjid yang belum rampung itu. Lantainya masih kasar. Debu tipis menempel di beberapa sudut. Dari tempat itu, ia bersiap menunaikan salat di rumah ibadah yang ia bangun itu.

Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, tiba di Masjid Baitul Muttaqin, Gampong Blang Tue, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian kepulangannya ke kampung halaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Mualem bersilaturahmi dengan warga di sebuah toko di Keude Simpang. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Gampong Mane Kawan untuk bertemu ibunda dan keluarga besar, sebelum akhirnya menuju Blang Tue pada sore hari.

Setibanya di lokasi, pandangannya langsung tertuju pada bangunan masjid yang berdiri mencolok. Kubah berwarna hijau, putih, dan kuning tampak kontras dengan dinding yang didominasi warna putih. Bangunan itu hampir rampung, meski sejumlah bagian masih dalam pengerjaan.

Lantai masjid belum seluruhnya selesai. Di halaman, gundukan pasir dan tumpukan batu bata masih terlihat. Fasilitas tempat wudu untuk laki-laki dan perempuan juga tengah dibangun terpisah di sisi kompleks.

Mualem berdiri sejenak mengamati bangunan itu. Ia kemudian berjalan mendekat, duduk di tangga, melepas sepatu, dan menggantinya dengan sandal. Setelah berwudu, ia menunaikan salat.

Masjid Baitul Muttaqin memiliki arti khusus baginya. Pembangunan rumah ibadah ini sebagian besar dibiayai dari dana pribadi, dengan dukungan swadaya masyarakat.

Nabahani, panitia pembangunan, mengatakan masjid berukuran 18 x 21 meter itu mulai dibangun pada 2024, sebelum Mualem menjabat sebagai gubernur. Mualem dilantik pada Februari 2025. Hingga kini, progresnya telah mencapai sekitar 80 persen.

“Pembangunan ini sebagian besar menggunakan uang pribadi Mualem. Masyarakat juga ikut membantu melalui swadaya, tetapi belum ada bantuan dari anggaran pemerintah,” ujar Nabahani.

Partisipasi warga, kata dia, umumnya berupa sedekah dan wakaf. Panitia tidak secara aktif menggalang dana, tetapi menerima bantuan yang diberikan secara sukarela.

Ia menuturkan, pembangunan dilakukan dari awal, bukan renovasi bangunan lama. Selama proses berlangsung, Mualem disebut rutin memantau perkembangan di lapangan.

Sempat muncul rencana untuk memasukkan pembangunan masjid tersebut ke dalam program Pemerintah Aceh setelah Mualem menjabat. Namun, rencana itu tidak dilanjutkan.

“Mualem pernah menyampaikan, ‘ta peugot bacut-bacut ube na peng, pajan yang lheuh kakeuh lheuh,’ yang artinya dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” kata Nabahani.

Seusai salat, Mualem berbincang dengan panitia dan warga di dalam masjid. Percakapan berlangsung panjang, membahas perkembangan pembangunan hingga kondisi masyarakat setempat.

Sekitar pukul 18.05 WIB, ia dan rombongan meninggalkan lokasi. Di kalangan warga Blang Tue, masjid itu kini punya nama sendiri: Masjid Mualem.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api
Polsek Nibong Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu, Jelang Hari Bhayangkara ke-80,
Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Paya Bakong Salurkan Bantuan Bansos Kepada warga Lansia
Jelang HUT Bhayangkara ke 80 Pengurus Bhayangkari Ranting Baktiya Barat Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu
Empat Pria Dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi Di Nisam
Satlantas Polres Aceh Utara Antisipasi Balap Liar, Empat Motor Knalpot Brong Diamankan Saat Patroli Blue Light
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Viktor Silaen Hadir Dampingi Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda XI Golkar Tanjungbalai, Serukan Solidaritas Dan Konsolidasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:19 WIB

20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:11 WIB

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:05 WIB

PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:20 WIB

PT Panca di Sta 70 Tol Serang–Panimbang Diduga Gunakan Tanah Merah dari Tambang Ilegal, Prof. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB