Kapolsek Turun ke Air Dorong Motor Warga, Sementara BPJN Aceh dan Pemerintah Aceh Dinilai Abai, Warga Panggil Gubernur Jawa Barat

DETIK PUBLIK

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:20 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Jalan nasional lumpuh, warga mengemis pertolongan ke Gubernur Jawa Barat. Inilah potret memalukan yang terjadi di Desa Kuning 1, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam video viral berdurasi 30 menit milik kreator Anton Playdi yang telah ditonton 4,6 ribu kali, terlihat banjir merendam hampir satu kilometer jalan nasional. Air coklat keruh meluap deras, kendaraan mogok, ibu-ibu dan anak sekolah tak berani melintas. Peristiwa yang terekam pada Sabtu, 25 Oktober 2026 itu terjadi saat cuaca tidak hujan. “Ini tidak hujan, Bro. Desa Kuning 1 tidak hujan. Apalagi hujan,” teriak Anton, sebuah kalimat yang meruntuhkan semua alibi pemerintah soal cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan warga tidak hanya tertuju pada Pemerintah Aceh yang dinilai tidak peduli. Sorotan paling keras kini mengarah kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Jalan yang terendam itu adalah jalan nasional Kutacane – Medan, yang menjadi tanggung jawab penuh BPJN Aceh. Namun hingga detik ini, jalan tersebut dibiarkan tanpa sistem drainase yang layak, tanpa peninggian badan jalan, dan tanpa penanganan banjir yang permanen. Setiap tahun anggaran pemeliharaan dikucurkan, namun hasilnya nihil. Desa Kuning 1 selalu menjadi kubangan.

Warga di lapangan membongkar buruknya pekerjaan normalisasi sungai. Eskavator yang diturunkan disebut hanya bekerja tidak sampai dua minggu, dengan pola korek kiri-kanan dan pelebaran yang asal jadi. Material kerukan hanya dibuang di pinggir sungai, hingga akhirnya kembali longsor dan menyumbat aliran. Proyek itu dinilai sekadar formalitas menggugurkan anggaran.

Di tengah dua institusi yang seharusnya bertanggung jawab namun abai, warga melampiaskan kekecewaan dengan kalimat pedas: “Gubernur Aceh tidak peduli dengan nasib kami.” Harapan justru dilempar jauh ke seberang pulau dengan teriakan, “Gubernur KDM, bantu kami, Pak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, tolong masyarakat Kuning.”

Ironi semakin lengkap, di saat BPJN Aceh dan BPBD bungkam, yang terlihat bekerja di dalam air adalah Kapolsek Bambel bersama anggotanya. Mereka mendorong motor warga, menggendong anak sekolah, dan mengatur lalu lintas. Polisi yang tugasnya menjaga keamanan terpaksa menjadi petugas kebencanaan.

Kapolsek bahkan harus mengeluarkan imbauan resmi agar roda dua mengambil jalan alternatif memutar lewat Lejo dan Leskepen karena jalan nasional tidak bisa dilintasi. Sebuah imbauan yang seharusnya keluar dari mulut BPJN Aceh, bukan dari kepolisian.

Banjir tanpa hujan di Desa Kuning 1 adalah bukti nyata kegagalan total. Kegagalan Pemerintah Aceh dalam mengelola sungai, dan kegagalan BPJN Aceh dalam merawat jalan nasional. Selama negara hadir hanya lewat eskavator dua mingguan dan tanpa solusi permanen, maka jalan nasional di Desa Kuning 1 akan terus menjadi kolam abadi dan simbol negara yang abai pada rakyatnya sendiri.

Berita Terkait

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Enam Bulan Belum Terima Gaji Sepanjang Tahun 2026, Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Pertanyakan Hak Mereka ke Pemda
Desakan Hentikan Galian C Menguat, Masyarakat Lima Desa Aceh Tenggara Kehilangan Lahan Gara-gara Tanggul Jebol
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Dugaan Dana BOK Sempat Masuk Rekening Staf Puskesmas Lawe Dua
Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:53 WIB

Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Pelayanan Humanis Dan Resmikan Polsek Dabun Gelang

Berita Terbaru