Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri dengan Kebun Sayur

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:30 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idi Rayeuk — Warga di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, kini mulai merasakan manfaat ekonomi dari kebun sayur yang mereka kelola di pekarangan rumah. Hasil panen sayuran tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mulai dijual ke warga sekitar sebagai tambahan penghasilan. 7 Juni 2026

Para warga yang berjumlah delapan orang tersebut merupakan peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dijalankan PT Medco E & P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA). Program yang dijalankan sejak Oktober 2025 ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri sekaligus peluang usaha skala rumah tangga.

Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan para peserta masih aktif menanam berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi di halaman rumah masing-masing. Aktivitas tersebut berjalan secara berkelanjutan sejak pelatihan dilakukan. Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan juga dilakukan secara berkala guna memastikan praktik budidaya dapat terus dikembangkan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program ini mulai menunjukkan dampak nyata kemandirian pangan. “Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari hasil monitoring, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” kata Leony.

Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi kebun produktif menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga.

Yusmiana, peserta dari Desa Jambo Balee, mengatakan kebun sayur yang dikelolanya kini membantu kebutuhan harian keluarga. “Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Peserta lain, Muliyani dari Desa Blang Nisam, mengaku kegiatan ini mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif. “Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” katanya.

Sementara itu, pelatih program budidaya sayuran, Ustadz Wandi, menilai keberlanjutan praktik peserta menunjukkan potensi penguatan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. “Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” ujarnya.

Melalui program, Medco E & P Malaka menyatakan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar manfaat program berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di area binaan.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Ditunjuk sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim
Dukung Generasi Qurani, Kapolsek Peureulak Barat Hadiri Pembukaan FASI ke-V
Dekat Dengan Anak Sejak Dini, Polsek Peureulak Barat Tanamkan Disiplin Lewat Saweu Sekolah
Hari Santri 2026, Kapolsek Peureulak Barat Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kamtibmas
Kapolsek Darul Aman Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas
Kapolsek Nurussalam Antar Imam Gampong Matang Seuleumak ke Peristirahatan Terakhir
Polisi Hadir Sepanjang Pekan, Kapolsek Idi Rayeuk Serap Aspirasi Masyarakat
Kapolsek Idi Rayeuk dan Muspika Serahkan Bantuan untuk Warga Disabilitas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Bukti Lemahnya Pengawasan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat, 6 Alat Berat Rusak Lolos Tanpa Quality Control ke Aceh Tenggara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Kapolsek Turun ke Air Dorong Motor Warga, Sementara BPJN Aceh dan Pemerintah Aceh Dinilai Abai, Warga Panggil Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Enam Bulan Belum Terima Gaji Sepanjang Tahun 2026, Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Pertanyakan Hak Mereka ke Pemda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Desakan Hentikan Galian C Menguat, Masyarakat Lima Desa Aceh Tenggara Kehilangan Lahan Gara-gara Tanggul Jebol

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:12 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:50 WIB

Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:51 WIB

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:37 WIB

Dugaan Dana BOK Sempat Masuk Rekening Staf Puskesmas Lawe Dua

Berita Terbaru