Ketum Fast Respon Counter Polri Apresiasi Dua Putri Banyuwangi Peraih Prestasi Musik Internasional

AGUS SURIADI

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:31 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Banyuwangi bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia.

Atas capaian tersebut, Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, hadir langsung di SMP Katolik Santo Yusup Banyuwangi, Jumat (5/6/2026), untuk memberikan apresiasi kepada kedua siswi berprestasi tersebut. Kehadiran Agus Flores disambut hangat oleh Kepala Sekolah Romo David, wali murid Jeanny Margareth, serta keluarga besar sekolah.

CUMF merupakan babak final internasional yang mempertemukan para pemenang dari berbagai negara. Sebelum tampil di Malaysia, seluruh peserta harus lolos seleksi nasional melalui ajang Indonesia Winter Music Festival.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kompetisi tersebut, Cherie Callista Wangsa berhasil meraih gelar Champion Aged 19 and Above. Mahasiswi semester empat Universitas Surabaya (Ubaya) sekaligus alumni SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi itu juga dinobatkan sebagai Best Highest Score pertama, atau peraih nilai tertinggi dari seluruh peserta yang berlaga.

Sementara sang adik, Vivianne Vernetta Wangsa, siswi kelas VII SMPK Santo Yusup Banyuwangi dan alumni SDK Bhakti Rogojampi, berhasil meraih Champion Aged 13–15 peringkat ketiga serta menempati posisi ketiga Best Highest Score dari seluruh peserta lintas kategori.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa karena kakak beradik putri pasangan Mindarto dan Jeanny Margareth itu mampu menembus jajaran tiga besar nilai tertinggi dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara dengan beragam cabang musik.
Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, mengaku bangga atas capaian yang diraih kedua putri Banyuwangi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Cherie dan Vivianne. Mereka membuktikan bahwa putra-putri Banyuwangi memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik Indonesia di mata dunia,” ujar Agus Flores.

Kepala SMPK Santo Yusup Banyuwangi, Romo David, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih anak didiknya.

“Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih Vivianne dan Cherie. Prestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan, disiplin, serta dukungan keluarga mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” kata Romo David.

Sementara itu, sang ibu, Jeanny Margareth, menegaskan bahwa keberhasilan kedua putrinya merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh disiplin dan pengorbanan.

“Kami selalu mengajarkan kepada anak-anak bahwa keberhasilan bukan hanya soal menjadi juara, tetapi bagaimana mereka menghargai proses, disiplin dalam berlatih, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras yang mereka bangun selama bertahun-tahun,” ungkap Jeanny.

Menurutnya, tampil dalam kompetisi internasional membutuhkan kesiapan mental yang kuat karena harus bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai negara.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan Cherie dan Vivianne, mulai dari keluarga, guru, sekolah, hingga masyarakat Banyuwangi. Dukungan tersebut menjadi energi besar bagi mereka untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” tambahnya.

Sebelumnya, Cherie dan Vivianne juga pernah menorehkan prestasi di ajang Asia Championship Bangkok 2024 dengan meraih penghargaan Elite Gold/Champion dan Gold Medalist. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengasah kemampuan dan mental bertanding di level internasional.

Keberhasilan kedua bersaudara ini menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi mampu bersaing di tingkat dunia. Prestasi yang mereka raih tidak hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama Banyuwangi serta Indonesia semakin dikenal di panggung musik internasional.

{Jurnalis Agus Suriadi}

 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Bukti Lemahnya Pengawasan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat, 6 Alat Berat Rusak Lolos Tanpa Quality Control ke Aceh Tenggara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Kapolsek Turun ke Air Dorong Motor Warga, Sementara BPJN Aceh dan Pemerintah Aceh Dinilai Abai, Warga Panggil Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Enam Bulan Belum Terima Gaji Sepanjang Tahun 2026, Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Pertanyakan Hak Mereka ke Pemda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Desakan Hentikan Galian C Menguat, Masyarakat Lima Desa Aceh Tenggara Kehilangan Lahan Gara-gara Tanggul Jebol

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:12 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:50 WIB

Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:51 WIB

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:37 WIB

Dugaan Dana BOK Sempat Masuk Rekening Staf Puskesmas Lawe Dua

Berita Terbaru