Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar

AGUS SURIADI

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:40 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR – Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir, menyumbang 3 mal batik cap dan 1 unit mesin tenun untuk perajin binaan Dekranasda Aceh Besar, Kamis (21/5/2026).

Sumbangan 3 mal batik cap diberikan oleh istri Gubernur Aceh itu, saat meninjau workshop Malaka Batik, di kawasan Kuta Mala. Sedangkan sumbangan 1 unit mesin tenun diberikan oleh perempuan yang akrab disapa Kak Na itu, saat berkunjung ke workshop perajin di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar.

“Luar biasa, kreatifitas para perajin di sini sangat bagus. Berdasarkan informasi Ketua Dekranasda Aceh Besar, sebelum membuka gerai Malaka Batik ini, para perajin di kirim langsung ke Jogjakarta untuk belajar seni membatik di sana,” ujar Kak Na.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya batik tulis, para perajin di Malaka Batik juga memproduksi batik cap. Berbeda dengan teknik pembuatan batik tulis, batik cap dilakukan dengan menggunakan canting cap atau stempel bermotif dari tembaga yang dicelupkan ke dalam cairan lilin panas dan ditekankan ke kain.

Untuk memperkaya motif batik, serta mengapresiasi kegigihan para perajin, Kak Na berjanji menyumbangkan 3 motif baru kepada para perajin.

“Perbanyak lagi motifnya, khususnya yang motif khas Aceh. Nanti saya akan sumbang 3 canting motif motif baru, coba dikreasikan yang khas Aceh. Tadi sudah ada motif Gunung Seulawah, mungkin nanti bisa dibuat motif baru, batik motif Gunung Geurutee. Nanti kalau sudah jadi saya pesan lagi,” ujar Kak Na.

“Rumah produksinya sudah sangat bagus, rapi dan terintegrasi langsung dengan galerinya. Jadi, para pembeli tidak semata hanya melihat hasil karya para perajin di gerai, tapi bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan batik dari awal hingga selesai,” sambung Kak Na.

Setelah berkeliling, Kak Na mengakui proses membatik memiliki rangkaian yang panjang dan melelahkan untuk menghasilkan selembar kain batik.

“Prosesnya panjang, mulai dari pencelupan, lukis, cap, peluruhan lilin hingga pengeringan dan menjadi sebuah karya batik sangat panjang dan melelahkan. Belum lagi upaya para perajin menemukan kreasi-kreasi motif baru, salut atas kegigihan dan kerja keras para perajin,” ucap Kak Na.

Pada kesempatan tersebut, Kak Na juga menyarankan agar setiap kabupaten dan kota di Aceh memiliki sentra batik. “Seni membatik tidak semata bicara kreasi tetapi juga membuka lapangan kerja serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.”

Dari Malaka Batik, Kak Na dan rombongan bertolak ke kantor Dekranasda Aceh Besar di kawasan Gani, untuk melihat berbagai kerajinan hasil karya perajin yang beraktifitas di komplek perkantoran tersebut serta di Galeri Dekranasda Aceh Besar.

“Para perajin menginap di komplek ini Bu. Ini sangat memudahkan kami jika ada tamu yang berkunjung, karena mereka tidak hanya melihat hasil karya tapi juga bisa proses pembuatan berbagai kerajinan yang ada di sini,” ujar Rita Maya Sari.

Di komplek kantor Dekranasda Aceh Besar, tersedia berbagai gerai dan sentral pembuatan para perajin, mulai dari sirup, kriya hingga songket . Kak Na berkesempatan meninjau dan berinteraksi dengan para perajin.

Saat berdialog dengan perajin songket, Kak Na mendorong agar mereka tak hanya memproduksi songket tetapi juga kerajinan tenun agar hasil kerajinan Aceh Besar semakin beragam.

“Nanti coba kembangkan tenun. Untuk itu, saya menyumbangkan 1 unit mesin tenun untuk Dekranasda Aceh Besar. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menginspirasi para perajin di 22 kabupaten dan kota lainnya di Aceh,” kata Kak Na.

Tak hanya berkunjung, di kedua lokasi tersebut Kak Na juga membeli dan memesan sejumlah produk kerajinan para perajin Aceh Besar.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

‎Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat Di Aceh Besar
WAGUB ACEH HADIRI HAUL KE-12 TGK. H. IBRAHIM BIN HASYIM, PENDIRI DAYAH RUHUL FALAH
Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda
Kak Na: Pemerintah Aceh Apresiasi Peran Arsitek pada Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Tsunami
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah Sambut Kedatangan Tim Komisi III DPR RI di Bandara SIM
Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Sosial, Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan Mubes Majelis Adat Aceh 2026
Kapolda Aceh Buka Puasa Bersama Peserta Rapim 2026, Perkuat Soliditas Dan Sinergi Internal
Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden Dan Kapolri

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Dukung Generasi Qurani, Kapolsek Peureulak Barat Hadiri Pembukaan FASI ke-V

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Hari Santri 2026, Kapolsek Peureulak Barat Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Kapolsek Darul Aman Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kapolsek Nurussalam Antar Imam Gampong Matang Seuleumak ke Peristirahatan Terakhir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polisi Hadir Sepanjang Pekan, Kapolsek Idi Rayeuk Serap Aspirasi Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Kapolsek Idi Rayeuk dan Muspika Serahkan Bantuan untuk Warga Disabilitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek Peureulak Barat Motivasi Pelajar SMKN 1 Peureulak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Polsek Peureulak Barat Bantu Warga Daftar Bantuan Sosial Pemerintah

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:14 WIB