Aceh Barat ‘Nihil’ di Daftar TKD Rp824 Miliar, YARA Kecam Sekda Aceh: Jangan Main-main dengan Korban Banjir

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:59 WIB

50208 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Perwakilan YARA Aceh Barat-Nagan Raya, Hamdani

Foto: Kepala Perwakilan YARA Aceh Barat-Nagan Raya, Hamdani

‎‎Aceh Barat – Alokasi tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Aceh senilai Rp824 miliar memicu polemik panas. Kabupaten Aceh Barat, yang luluh lantak diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, secara mengejutkan absen dari daftar penerima dana tersebut.

‎Kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) ini pun menuai kecaman keras karena dianggap mengabaikan penderitaan ribuan warga terdampak.

‎Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat dan Nagan Raya, Hamdani, menuding TAPA yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, telah bertindak diskriminatif. Ia menilai pemerintah provinsi seolah menutup mata terhadap fakta di lapangan.

‎”Saya mengecam keras TAPA. Sekda Aceh seperti bermain-main dengan korban banjir bandang Aceh Barat. Bagaimana mungkin daerah yang terdampak hebat tidak dialokasikan anggaran serupiah pun lewat tambahan TKD?” ujar Hamdani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 April 2026.

Ironi Data dan Realita

‎Keputusan TAPA ini terasa ganjil mengingat Aceh Barat sebelumnya telah dilibatkan dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi. Dalam dokumen tersebut, dampak kerusakan di Aceh Barat tercatat sangat masif.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, total kerugian di Aceh Barat mencapai Rp1,29 triliun. Angka ini mencakup kerusakan di lima sektor vital:

‎Infrastruktur: Rp910,8 miliar (termasuk transportasi, jembatan, dan penguatan tebing sungai).

‎Ekonomi: Rp177,4 miliar (sektor pertanian, perikanan, dan UMKM).

‎Perumahan: Rp123,9 miliar (123 rumah rusak berat hingga hilang tersapu air).

‎Sosial: Rp66 miliar (kesehatan, pendidikan, dan sarana ibadah).

‎Lintas Sektor: Rp15,8 miliar.

‎Ironisnya, di tengah kebutuhan dana pemulihan triliunan rupiah tersebut, Aceh Barat hanya mendapat jatah tambahan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp1,09 miliar—angka yang merupakan hasil pembagian rata ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, bukan berdasarkan skala prioritas bencana.

Tudingan Bias Politik

‎Absennya Aceh Barat dalam distribusi TKD yang dikelola di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah ini memunculkan spekulasi adanya motif politik. Hamdani mengkhawatirkan adanya “anak tiri” dalam pembangunan Aceh periode ini.

‎”Jangan anak tirikan Aceh Barat. Apakah Pak Sekda pura-pura tidak melihat saat musibah melanda? Harusnya TAPA memetakan masalah secara objektif dengan indikator yang jelas sebelum menetapkan daerah penerima,” tegasnya.

‎Ia mengingatkan bahwa anggaran negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat yang sedang tertimpa musibah, bukan didasarkan pada kedekatan kelompok atau kepentingan politik praktis. “Kami tegaskan, ini untuk kepentingan rakyat yang rumahnya hilang tersapu bandang, bukan kepentingan kelompok tertentu,” tambah Hamdani.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak TAPA maupun Sekda Aceh belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik tidak masuknya Aceh Barat dalam daftar penerima tambahan TKD tersebut. Masyarakat kini menunggu transparansi indikator yang digunakan pemerintah provinsi dalam membagi “kue” anggaran senilai Rp824 miliar tersebut.

Berita Terkait

Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan
Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Calon Paskibraka Nasional 2026 Asal Aceh Tamiang dari SMAN 2 Percontohan Karang Baru
Wujud Kepedulian Sosial, Anggota DPR RI M. Nasir Djamil Distribusikan 33 Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Aceh
Perdana, Kak Na Rayakan Idul Adha Bersama Warga di Pedalaman Aceh Barat
DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE
‎5 Pertanyaan Krusial Dibalas Bungkam, RSU Bunda Malah Titip Bantahan ke Oknum Wartawan
Aliansi Pers Endus Dugaan Proyek Revitalisasi Sekolah di Aceh Jadi Sasaran Empuk Korupsi dan Ajang Bagi-Bagi Jatah

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:19 WIB

Isu Propam Turun ke Pontianak Ditepis, Agus Flores: Informasi Simpang Siur Menjurus Hoaks

Senin, 8 Juni 2026 - 10:43 WIB

Fokus Peringatan Hari Bhayangkara, Korlantas Polri Resmi Tunda Operasi Patuh 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 09:45 WIB

PW-FRN Counter Polri Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-51 Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edizzon Izir

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:28 WIB

Habiburokhman Dukung BNN Bongkar Jaringan Narkotika Rusia Di Bali

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:21 WIB

Mantan Wakabadan BGN SS Ajukan Justice Collaborator, Siap Bongkar Dugaan Korupsi dan Jual Beli Titik SPPG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:10 WIB

Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi Dari Rusia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:58 WIB

BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:40 WIB

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Korlantas Polri Kedepankan 60 persen Penegakan Hukum Berbasis ETLE

Berita Terbaru