Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Mendagri, Paparkan Langkah Cepat Polri Tangani Banjir di Aceh Tamiang

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 21:30 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualasimpang – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyambut kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 22 Desember 2025. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi pascabanjir sekaligus mendengar pemaparan terkait upaya penanggulangan yang telah dan sedang dilakukan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menjelaskan bahwa Polri bergerak cepat dan terukur sejak awal bencana untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

“Polri sejak awal langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk membantu masyarakat terdampak banjir, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendirikan dapur makan siap saji di wilayah Pangkalan Susu, yang setiap hari mendistribusikan makanan kepada masyarakat terdampak.

“Melalui dapur makan siap saji ini, kami mendistribusikan makanan dua kali sehari. Pada tahap awal kami menyiapkan 500 porsi per hari, kemudian meningkat menjadi 1.000 porsi, dan ditargetkan mencapai 3.000 porsi per hari,” jelasnya.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Kapolda Aceh menambahkan bahwa Polri juga menyiapkan fasilitas penunjang kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik strategis.

“Sumur bor ini diperuntukkan bagi masjid, puskesmas, pesantren, dan permukiman warga. Seluruhnya dilengkapi tandon air, genset, serta mesin pendukung lainnya sehingga dapat langsung digunakan,” katanya.

Menurut Kapolda, hingga saat ini telah terpasang 36 titik fasilitas air bersih di wilayah Aceh Tamiang, dan jumlah tersebut direncanakan terus bertambah.

“Hari ini kami targetkan penambahan enam titik lagi, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi,” tambahnya.

Di samping itu, Polri juga melakukan pembersihan jalan-jalan yang masih tergenang air dengan menggunakan alat semprot bertekanan tinggi.

“Kami menurunkan sekitar 40 unit alat semprot bertekanan tinggi, mirip dengan peralatan pemadam kebakaran, untuk mempercepat pembersihan jalan dan fasilitas umum,” ungkap Kapolda Aceh.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa langkah relokasi menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat banjir.

“Bagi rumah yang rusak berat atau hilang, relokasi menjadi solusi utama. Sedangkan untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai agar masyarakat dapat membersihkan dan memperbaiki rumahnya,” ujar Tito.

Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat Indonesia untuk turut menunjukkan solidaritas kepada para korban banjir.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri turut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian, selimut, sarung, serta kebutuhan makanan khusus bagi perempuan dan anak-anak sebanyak 62.169 pcs, yang diserahkan kepada Bupati Aceh Tamiang. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana akan difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah terdampak paling parah.

“Aceh Tamiang menjadi prioritas penanganan, dan pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 500 unit rumah bagi masyarakat terdampak banjir di daerah ini,” pungkasnya.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Bupati Aceh Tamiang Menyambut Silahturahmi Gabungan Anak Tangsi (GATANG) Asrama Polisi Kualasimpang Aceh Tamiang
Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Calon Paskibraka Nasional 2026 Asal Aceh Tamiang dari SMAN 2 Percontohan Karang Baru
DPC BAI Aceh Tamiang Conveys the Meaning of Pancasila Day for Flood-Affected Communities
DPC BAI Aceh Tamiang Sampaikan Makna Hari Lahir Pancasila bagi Masyarakat Pasca Banjir
DPC of the Indonesian Advocacy Agency (BAI) Aceh Tamiang Responds to Controversy Over Aceh Education Head’s Statement on Journalists and NGOs
DPC Badan Advokasi Indonesia (BAI) Aceh Tamiang Tanggapi Kisruh Pernyataan Kadisdik Aceh Soal Wartawan dan LSM
INAR Pidie Students Distribute Social Assistance for Flood Victims in Aceh Tamiang
Mahasiswa INAR Pidie Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir Hidrometeorologi Aceh Tamiang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:19 WIB

20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:11 WIB

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:05 WIB

PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:20 WIB

PT Panca di Sta 70 Tol Serang–Panimbang Diduga Gunakan Tanah Merah dari Tambang Ilegal, Prof. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Sabtu, 5 September 2026 - 20:01 WIB

Koperasi Merah Putih Dihadapkan pada Tantangan SDM, Tata Kelola, dan Keberlanjutan

Jumat, 4 September 2026 - 19:55 WIB

Dua Kandidat Desak Pemeriksaan Terbuka, Syarat Domisili Nasti Dipersoalkan Setelah Pilkam Gunung Bakti Berakhir

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:40 WIB

CV Tumangger Cup I Siap Panaskan Lapangan, Pemain Bertarung, Sportivitas Tetap Diutamakan

Berita Terbaru