Fadhlullah Minta Aksi Damai Aceh Ditunda, Fokus Kawal Proses Hukum

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 23:57 WIB

5069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjenguk Haji Faisal, salah satu korban dugaan pengeroyokan yang terjadi Polda Metro Jaya, tepatnya di ruang Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan Wagub setelah mencuat rencana aksi damai besar-besaran oleh masyarakat Aceh dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya komunitas Aceh di wilayah Jabodetabek. Dalam pertemuan itu, Wagub meminta agar rencana aksi ditunda demi menjaga kondusivitas serta fokus mengawal proses hukum.

“Kita hentikan dulu aksi damai. Mari kita kawal bersama agar kasus ini diproses sampai tuntas dan aktor utamanya ditangkap,” ujar Fadhlullah, Kamis, 9/4/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh merupakan bagian tak terpisahkan dari Indonesia, bahkan memiliki kontribusi besar dalam sejarah berdirinya bangsa. Wagub juga mengingatkan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang, terlebih terjadi di institusi penegak hukum.

“Kita ini bangsa besar dan beradab. Mari kita selesaikan persoalan ini secara beradab dan dalam koridor hukum,” tambahnya.

Fadhlullah turut menyinggung pengalaman masa lalu masyarakat Aceh yang merantau untuk mencari penghidupan, namun kerap menghadapi risiko dan ketidakadilan. Ia berharap kejadian yang menimpa warga Aceh di Jakarta ini menjadi yang pertama dan terakhir.

Sementara itu, Ketua Umum Aksi Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, menegaskan bahwa rencana aksi yang semula digagas merupakan bentuk kepedulian dan tuntutan keadilan, bukan bentuk kebencian terhadap institusi kepolisian.

“Kami turun bukan karena benci kepada Polri, tapi ingin memastikan kasus ini diusut tuntas dan tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pihaknya akhirnya sepakat membatalkan aksi sebagai bentuk penghormatan terhadap imbauan Wagub Aceh serta menjaga nilai-nilai etika dan persatuan.

Namun demikian, Suryadi menegaskan bahwa masyarakat Aceh akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga mendesak agar dilakukan audit terhadap laporan-laporan yang berkaitan dengan korban, serta mendorong agar kasus tersebut dibahas di Komisi III DPR RI melalui rapat dengar pendapat (RDP).

“Kami percaya kepada Kapolri dan Kapolda. Tapi jika tidak ada kejelasan dan aktor utama tidak ditangkap, maka aksi yang lebih besar bisa saja dilakukan,” ujarnya.

Ia juga meminta Divisi Propam Polri turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

Turut mendampingi Wagub Aceh dalam kunjungan tersebut sejumlah tokoh Aceh, di antaranya H. Kamaruddin Abtami, H. Sulaiman Tole, Mahmuddin, serta Burhanuddin dari Aceh Timur. Ikut juga Pimpinan komisi V DPRA, Edy Asyaruddin, SE.

Pertemuan antara Wagub Aceh dan perwakilan massa aksi berlangsung cukup panjang dan menghasilkan kesepakatan untuk meredam rencana mobilisasi massa. Semua pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu proses hukum berjalan.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas publik nasional, mengingat lokasi kejadian berada di institusi penegak hukum. Masyarakat pun berharap penanganan kasus dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa tebang pilih.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Mengapa Koruptor Wajib Ditembak Mati, Cuma Mati Yang Mampu Memutuskan Mata Rantainya
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla
Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:19 WIB

20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:11 WIB

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:05 WIB

PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:20 WIB

PT Panca di Sta 70 Tol Serang–Panimbang Diduga Gunakan Tanah Merah dari Tambang Ilegal, Prof. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Bertindak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB

PERISTIWA

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:10 WIB