FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

DETIK PUBLIK

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:40 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 Juni 2026 – Forum Juang Ononiha (FJO) menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, sebagai bentuk desakan kepada Kepolisian Republik Indonesia agar mengusut tuntas kasus kematian Agnes Jance Zebua yang hingga saat ini masih menjadi perhatian luas masyarakat Kepulauan Nias.

Aksi tersebut dihadiri oleh Koordinator Pusat FJO, April Julianus Daeli, Koordinator Lapangan FJO, Kelfinus Bu’ulolo, serta jajaran pengurus dan perwakilan masyarakat Nias dari berbagai daerah. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar Polri menunjukkan komitmen nyata dalam menegakkan hukum dan menghadirkan keadilan bagi keluarga korban.

Usai menyampaikan aspirasi di depan Mabes Polri, perwakilan Forum Juang Ononiha diterima untuk melakukan audiensi dengan jajaran Bareskrim Polri. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi FJO untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi, tuntutan, serta harapan masyarakat Nias terkait penanganan kasus kematian Agnes Jance Zebua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam audiensi tersebut, FJO menyerahkan dokumen resmi berisi pernyataan sikap dan tuntutan masyarakat kepada pihak Bareskrim Polri. FJO menegaskan pentingnya langkah konkret dalam mempercepat pengungkapan kasus, menjamin transparansi proses hukum, serta memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.

Koordinator Pusat FJO, April Julianus Daeli, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bareskrim Polri menerima aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami mengapresiasi keterbukaan Bareskrim Polri yang telah menerima audiensi dan mendengarkan aspirasi masyarakat Nias. Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif menuju pengungkapan kasus secara menyeluruh dan berkeadilan,” ujar April Julianus Daeli.

Sementara itu, Koordinator Lapangan FJO, Kelfinus Bu’ulolo, menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga terdapat kepastian hukum yang jelas.

“Kami datang membawa suara masyarakat yang mendambakan keadilan. Aspirasi yang kami sampaikan hari ini adalah harapan besar masyarakat Nias agar kasus ini mendapat perhatian serius dari pimpinan Polri dan dituntaskan secara profesional,” katanya.

Dalam aksi dan audiensi tersebut, Forum Juang Ononiha menyampaikan lima tuntutan utama kepada Kepolisian Republik Indonesia:

1. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus kematian Agnes Jance Zebua, menangkap pelaku, mengungkap seluruh fakta yang sebenarnya, serta membawa setiap pihak yang terlibat ke hadapan hukum.

2. Menuntut evaluasi terhadap kinerja Kapolres Nias dan Kasat Reskrim Polres Nias terkait penanganan kasus yang dinilai belum memenuhi harapan masyarakat.

3. Menuntut evaluasi terhadap jajaran Polda Sumatera Utara terkait langkah-langkah percepatan pengungkapan perkara yang menjadi perhatian publik.

4. Mendesak Kapolri untuk memberikan supervisi dan perhatian khusus terhadap penanganan kasus melalui Bareskrim Polri guna memastikan proses hukum berjalan profesional, independen, dan transparan.

5. Mendesak Polri untuk membuka perkembangan penanganan perkara secara berkala kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Forum Juang Ononiha menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi dan audiensi dilaksanakan secara damai, tertib, dan konstitusional sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penegakan hukum di Indonesia.

FJO menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus kematian Agnes Jance Zebua dan menunggu tindak lanjut konkret dari hasil audiensi yang telah dilakukan bersama jajaran Bareskrim Polri.

“Kehadiran kami di Mabes Polri bukan semata-mata untuk menyampaikan protes, tetapi untuk memastikan suara masyarakat didengar. Kami berharap hasil audiensi ini menjadi langkah nyata menuju terungkapnya kebenaran dan tegaknya keadilan,” tutup April Julianus Daeli.

Berita Terkait

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru
Pulang Dari Bangkok, Rombongan Caketum HIPMI Dikabarkan Ditangkap BNN
Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
Isu Propam Turun ke Pontianak Ditepis, Agus Flores: Informasi Simpang Siur Menjurus Hoaks

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri

Kamis, 10 September 2026 - 13:49 WIB

Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Dilantik, Bupati Al-Farlaky Minta Genjot Pendapatan Zakat

Minggu, 6 September 2026 - 09:16 WIB

Pohon Sawit Timpa Rumah Warga, Kapolsek Idi Rayeuk Serahkan Bantuan

Minggu, 6 September 2026 - 09:07 WIB

Polres Aceh Timur Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Jelang Pergantian Kapolres

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Kapolsek Idi Tunong Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Cegah Karhutla, Kapolres Aceh Timur Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kapolsek Banda Alam Salurkan Bantuan Sosial Kepada Anak Penderita Disabilitas Berat Di Desa Panton Rayeuk

Berita Terbaru