BANYUASIN, 17 Juli 2026 – Pekerjaan pengecoran badan dan bahu jalan di ruas Jalan Lintas Timur Palembang–Betung, tepatnya di KM 17 wilayah Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, membuat para sopir angkutan desa (angdes) rute Pangkalan Balai – KM 12 terpaksa berhenti beroperasi. Mereka tak bisa narik, pendapatan harian hilang, dan kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup serta membayar berbagai kewajiban keluarga.
Pengerjaan memang dilaksanakan pada malam hari, namun permukaan cor yang baru dikerjakan belum kering sempurna. Akses jalan tidak tertutup total, melainkan hanya dibuka secara bergantian satu lajur dengan sistem buka-tutup. Hingga saat ini belum ada informasi jadwal buka-tutup yang pasti dan jelas, sehingga antrean kendaraan mengular panjang bahkan sampai ke Desa Langkan, dan waktu tempuh melonjak drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saran penggunaan jalur lain pun tidak bisa diikuti oleh para sopir angdes ini. “Kami tidak bisa lewat jalur alternatif. Selain tidak ada penumpang di sana, seluruh penumpang kami memang ingin naik dan turun tepat di sepanjang ruas Jalan Lintas Timur Palembang–Betung ini,” ungkap salah satu sopir. Memaksa lewat jalan lain justru membuat mereka sama sekali tidak mendapatkan muatan dan merugi lebih banyak
Bagi sopir angdes yang menggunakan bahan bakar solar, kesulitan kian bertumpuk. “Saya sudah 4 hari ini hanya diam di rumah, karena tidak bisa narik. Macetnya panjang sekali sampai ke Desa Langkan,” ujar Mimpling, salah satu perwakilan sopir angdes rute Pangkalan Balai–KM 12.
Ia menambahkan: “Belum lagi kami harus antri solar berhari-hari. Kadang sudah menunggu seharian di SPBU tapi tak dapat jatah, padahal kalau mau beroperasi pun kami terjebak antrean buka-tutup berjam-jam di lokasi pengecoran. Pendapatan harian hilang seluruhnya, sementara biaya sewa kendaraan, cicilan, kebutuhan solar, uang makan, biaya sekolah anak, bayar listrik dan air tetap harus dibayar. Kami bingung bagaimana cara memenuhi kebutuhan keluarga saat ini. Kalau dipaksakan jalan malah rugi besar—solar habis tapi tak dapat penumpang. Kami hanya berharap ada solusi cepat.”
Para sopir meminta kepada pemerintah dan pihak pelaksana proyek:
– Diberikan informasi jadwal buka-tutup jalan yang pasti dan jelas
– Dipercepat proses pengerjaan dan pengeringan jalan agar akses bisa lancar kembali
– Ada perhatian atau bantuan sementara bagi sopir angdes yang terdampak ekonomi
– Kemudahan dan ketersediaan pasokan solar bagi angkutan umum
Sementara itu Satlantas Polres Banyuasin terus mengatur arus lalu lintas di lokasi. Pihak pelaksana berjanji akan mempercepat penyelesaian pekerjaan agar jalan segera layak dilalui kembali.(Vito)




























