‎5 Pertanyaan Krusial Dibalas Bungkam, RSU Bunda Malah Titip Bantahan ke Oknum Wartawan

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: RS Bunda Lhokseumawe

Foto: RS Bunda Lhokseumawe

Lhokseumawe – Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Lhokseumawe memilih bungkam seribu bahasa terkait polemik pelayanan obat-obatan bagi pasien Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan BPJS Kesehatan. Hingga Sabtu, 23 Mei 2026, lima poin konfirmasi yang dilayangkan jurnalis Newsrbaceh.com sama sekali tidak direspons oleh otoritas rumah sakit.

‎Anehnya, di tengah sikap tertutup manajemen, tiba-tiba muncul narasi bantahan di sejumlah media lokal. Bantahan tersebut diduga kuat disalurkan melalui oknum wartawan tertentu, tanpa adanya konferensi pers resmi ataupun rilis tertulis dari humas rumah sakit.

‎Langkah “pintu belakang” ini dinilai publik sebagai upaya mengaburkan substansi masalah dan mencederai prinsip keterbukaan informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Urusan Dapur hingga Hak Publik

‎Persoalan yang membelit RSU Bunda Lhokseumawe sejatinya bermula dari isu internal: dugaan tunggakan utang pihak rumah sakit kepada vendor atau distributor farmasi. Di atas kertas, utang-piutang korporasi memang urusan domestik perusahaan.

‎Namun, ceritanya menjadi lain ketika “dapur” yang bermasalah itu mulai berdampak pada pelayanan publik. Kelangkaan stok obat, ancaman mandeknya fasilitas medis, hingga kabar burung bahwa pasien JKA harus merogoh kocek pribadi untuk membeli obat di luar rumah sakit, telah menggeser isu ini menjadi kepentingan umum. Masyarakat, sebagai konsumen dan pembayar premi BPJS/JKA, berhak tahu apa yang sedang terjadi.

‎Sesuai dengan Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik (KEJ), wartawan Indonesia berkewajiban menghasilkan berita yang akurat dan berimbang. Upaya konfirmasi yang dilakukan media adalah bentuk pengecekan fakta (cross-check) agar tidak terjadi fitnah. Sayangnya, iktikad baik ini justru direspons dengan aksi bungkam.

Lima Pertanyaan yang Diabaikan

‎Berdasarkan dokumen yang diterima, berikut adalah lima poin krusial yang diajukan kepada manajemen RSU Bunda Lhokseumawe, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban resmi:

‎Transparansi Stok: Bagaimana kondisi riil ketersediaan obat-obatan di RSU Bunda saat ini, khususnya bagi pasien subsidi JKA dan BPJS?

‎Soal Tunggakan: Apakah benar ada kendala finansial berupa utang pengadaan obat kepada pihak ketiga? Jika benar, berapa nilai tunggakan tersebut?

‎Dampak ke Pasien: Sejauh mana persoalan finansial ini memengaruhi hak-hak medis pasien JKA di lapangan?

‎Status Pelayanan: Bagaimana mekanisme pelayanan pasien JKA saat ini? Apakah ada pembatasan atau pengurangan mutu layanan?

‎Solusi Manajemen: Langkah konkret apa yang diambil manajemen RSU Bunda untuk menjamin pelayanan tetap optimal di tengah krisis pembiayaan ini?

Menanti Sikap Ksatria Rumah Sakit

‎Munculnya “bantahan gelap” melalui oknum wartawan justru memperkeruh suasana dan memicu pertanyaan baru: Siapa sebenarnya yang berbicara atas nama manajemen RSU Bunda?

‎Sikap tidak transparan ini berpotensi melanggar semangat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, mengingat rumah sakit tersebut mengelola dana publik lewat klaim BPJS dan JKA.

‎Hingga berita ini diturunkan, ruang untuk Hak Jawab dan Hak Koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 KEJ dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers tetap dibuka lebar bagi manajemen RSU Bunda Lhokseumawe. Publik menanti penjelasan yang ksatria, resmi, dan akurat bukan bantahan tanpa identitas yang berlindung di balik punggung pihak lain.

Berita Terkait

Sinergi TNI-Polri, Kapolsek Idi Tunong bersama Danramil Sambangi Warga Perkuat Sinergi
PW FAST RESPON DPW ACEH Resmi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80
Yunan nasution “ kisruh unimal harus segera diselesaiakan
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Kapolres Lhokseumawe Suntik Semangat Atlet Karate, Targetkan Dua Medali Emas di Piala Kapolri 2026
DWP Aceh Salurkan Bantuan untuk Puluhan Lansia Korban Kebakaran
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan
Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Calon Paskibraka Nasional 2026 Asal Aceh Tamiang dari SMAN 2 Percontohan Karang Baru

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:01 WIB

Koperasi Merah Putih Dihadapkan pada Tantangan SDM, Tata Kelola, dan Keberlanjutan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:40 WIB

CV Tumangger Cup I Siap Panaskan Lapangan, Pemain Bertarung, Sportivitas Tetap Diutamakan

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:40 WIB

Polrestabes Medan Diduga Melindungi Mamak Maling, Laporan Fitnah 6 Bulan Diperam ?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:02 WIB

Terungkap! Kapolrestabes Medan Pernah Hubungi Ketua Umum HBB dan Ketua Umum PMS Berjanji Menyelesaikan Kasus Korban Jadi Tersangka Setelah Nangkap Maling ?

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:00 WIB

Urus Data Resmi Pemkab Meranti Kini Lebih Mudah, Plt. Kadis Kominfo Ajak Gunakan Layanan PPID

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:33 WIB

Peaceful Muharram 1448 H, Kemenag Pringsewu Salurkan 175 Paket Santunan Untuk Yatim dan Disabilitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:55 WIB

Rakyat Dan Insan Pers Kecewa! Pejabat Yang Selama Ini Terlihat Tegas Ternyata Diduga Tak Bersih

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:31 WIB

Tanam Jagung Tumpang Sari 0,5 Ha di Koto Damai, Polsek Kampar Kiri Hilir Dukung Petani Lokal

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:10 WIB