Dari Rasa Takut ke Suara Kritis: Kisah Agus Flores Kini Berdiri Tegas Dukung Program Negara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, – Perjalanan hidup seseorang kerap dibentuk oleh pengalaman, nilai keluarga, dan keberanian menghadapi perubahan. Hal itu tercermin dalam sosok Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara Counter Polri, yang kini tampil lebih vokal dan kritis dalam menyikapi isu-isu strategis nasional, khususnya sektor pertambangan.

Agus mengungkapkan, di masa lalu dirinya mengaku sempat merasa ragu bahkan takut untuk berbicara soal tambang. Isu tersebut dianggap sensitif dan penuh risiko. Namun, seiring berjalannya waktu, pandangannya berubah seiring arah kebijakan nasional yang dinilainya semakin jelas.

“Dulu saya agak takut bicara tambang. Tapi sekarang, karena itu bagian dari program negara di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan dukungan Listyo Sigit Prabowo, saya semakin berani. Saya bersikap kritis, tapi tetap mendukung,” ujar Agus, Sabtu (2/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baginya, keberanian tersebut bukan muncul begitu saja. Ia mengingat pesan sederhana namun kuat dari sang ayah sejak kecil. Sebuah prinsip hidup yang hingga kini terus dipegang teguh.

“Dari kecil ayah saya bilang, ada dua hal yang tidak bisa kamu lawan: orang tua dan negara,” tuturnya.

Nilai itu, menurut Agus, bukan berarti membungkam kritik, melainkan menjadi dasar untuk bersikap bijak mengkritisi tanpa kehilangan rasa hormat dan tetap berpihak pada kepentingan bangsa.

Kini, Agus memilih berada di garis depan, menyuarakan pandangan dengan lebih terbuka. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah bukan berarti tanpa kritik, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

“Kalau kita cinta negara, kita harus berani bicara. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menguatkan,” tegasnya.

Kisah Agus Flores menjadi gambaran bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk melampaui ketakutan itu demi kepentingan yang lebih besar bangsa dan negara.

Berita Terkait

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru
Pulang Dari Bangkok, Rombongan Caketum HIPMI Dikabarkan Ditangkap BNN
Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:37 WIB

Tokoh Pemerhati Sosial Aceh Timur, Minta SPPG Tetap Harus Dipertahankan Dengan Perbaikan Kualitas Kelayakan

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri

Kamis, 10 September 2026 - 13:49 WIB

Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto

Minggu, 6 September 2026 - 09:16 WIB

Pohon Sawit Timpa Rumah Warga, Kapolsek Idi Rayeuk Serahkan Bantuan

Minggu, 6 September 2026 - 09:10 WIB

Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 09:07 WIB

Polres Aceh Timur Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Jelang Pergantian Kapolres

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Kapolsek Idi Tunong Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Cegah Karhutla, Kapolres Aceh Timur Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru