Dari Rasa Takut ke Suara Kritis: Kisah Agus Flores Kini Berdiri Tegas Dukung Program Negara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, – Perjalanan hidup seseorang kerap dibentuk oleh pengalaman, nilai keluarga, dan keberanian menghadapi perubahan. Hal itu tercermin dalam sosok Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara Counter Polri, yang kini tampil lebih vokal dan kritis dalam menyikapi isu-isu strategis nasional, khususnya sektor pertambangan.

Agus mengungkapkan, di masa lalu dirinya mengaku sempat merasa ragu bahkan takut untuk berbicara soal tambang. Isu tersebut dianggap sensitif dan penuh risiko. Namun, seiring berjalannya waktu, pandangannya berubah seiring arah kebijakan nasional yang dinilainya semakin jelas.

“Dulu saya agak takut bicara tambang. Tapi sekarang, karena itu bagian dari program negara di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan dukungan Listyo Sigit Prabowo, saya semakin berani. Saya bersikap kritis, tapi tetap mendukung,” ujar Agus, Sabtu (2/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baginya, keberanian tersebut bukan muncul begitu saja. Ia mengingat pesan sederhana namun kuat dari sang ayah sejak kecil. Sebuah prinsip hidup yang hingga kini terus dipegang teguh.

“Dari kecil ayah saya bilang, ada dua hal yang tidak bisa kamu lawan: orang tua dan negara,” tuturnya.

Nilai itu, menurut Agus, bukan berarti membungkam kritik, melainkan menjadi dasar untuk bersikap bijak mengkritisi tanpa kehilangan rasa hormat dan tetap berpihak pada kepentingan bangsa.

Kini, Agus memilih berada di garis depan, menyuarakan pandangan dengan lebih terbuka. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah bukan berarti tanpa kritik, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

“Kalau kita cinta negara, kita harus berani bicara. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menguatkan,” tegasnya.

Kisah Agus Flores menjadi gambaran bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk melampaui ketakutan itu demi kepentingan yang lebih besar bangsa dan negara.

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Mengapa Koruptor Wajib Ditembak Mati, Cuma Mati Yang Mampu Memutuskan Mata Rantainya
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla
Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Rehab MCK, Sasaran Tambahan TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:28 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Berita Terbaru