Fadhlullah Minta Aksi Damai Aceh Ditunda, Fokus Kawal Proses Hukum

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 23:57 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjenguk Haji Faisal, salah satu korban dugaan pengeroyokan yang terjadi Polda Metro Jaya, tepatnya di ruang Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan Wagub setelah mencuat rencana aksi damai besar-besaran oleh masyarakat Aceh dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya komunitas Aceh di wilayah Jabodetabek. Dalam pertemuan itu, Wagub meminta agar rencana aksi ditunda demi menjaga kondusivitas serta fokus mengawal proses hukum.

“Kita hentikan dulu aksi damai. Mari kita kawal bersama agar kasus ini diproses sampai tuntas dan aktor utamanya ditangkap,” ujar Fadhlullah, Kamis, 9/4/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh merupakan bagian tak terpisahkan dari Indonesia, bahkan memiliki kontribusi besar dalam sejarah berdirinya bangsa. Wagub juga mengingatkan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang, terlebih terjadi di institusi penegak hukum.

“Kita ini bangsa besar dan beradab. Mari kita selesaikan persoalan ini secara beradab dan dalam koridor hukum,” tambahnya.

Fadhlullah turut menyinggung pengalaman masa lalu masyarakat Aceh yang merantau untuk mencari penghidupan, namun kerap menghadapi risiko dan ketidakadilan. Ia berharap kejadian yang menimpa warga Aceh di Jakarta ini menjadi yang pertama dan terakhir.

Sementara itu, Ketua Umum Aksi Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, menegaskan bahwa rencana aksi yang semula digagas merupakan bentuk kepedulian dan tuntutan keadilan, bukan bentuk kebencian terhadap institusi kepolisian.

“Kami turun bukan karena benci kepada Polri, tapi ingin memastikan kasus ini diusut tuntas dan tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pihaknya akhirnya sepakat membatalkan aksi sebagai bentuk penghormatan terhadap imbauan Wagub Aceh serta menjaga nilai-nilai etika dan persatuan.

Namun demikian, Suryadi menegaskan bahwa masyarakat Aceh akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga mendesak agar dilakukan audit terhadap laporan-laporan yang berkaitan dengan korban, serta mendorong agar kasus tersebut dibahas di Komisi III DPR RI melalui rapat dengar pendapat (RDP).

“Kami percaya kepada Kapolri dan Kapolda. Tapi jika tidak ada kejelasan dan aktor utama tidak ditangkap, maka aksi yang lebih besar bisa saja dilakukan,” ujarnya.

Ia juga meminta Divisi Propam Polri turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

Turut mendampingi Wagub Aceh dalam kunjungan tersebut sejumlah tokoh Aceh, di antaranya H. Kamaruddin Abtami, H. Sulaiman Tole, Mahmuddin, serta Burhanuddin dari Aceh Timur. Ikut juga Pimpinan komisi V DPRA, Edy Asyaruddin, SE.

Pertemuan antara Wagub Aceh dan perwakilan massa aksi berlangsung cukup panjang dan menghasilkan kesepakatan untuk meredam rencana mobilisasi massa. Semua pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu proses hukum berjalan.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas publik nasional, mengingat lokasi kejadian berada di institusi penegak hukum. Masyarakat pun berharap penanganan kasus dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa tebang pilih.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Mengapa Koruptor Wajib Ditembak Mati, Cuma Mati Yang Mampu Memutuskan Mata Rantainya
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla
Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Bukti Lemahnya Pengawasan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat, 6 Alat Berat Rusak Lolos Tanpa Quality Control ke Aceh Tenggara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Kapolsek Turun ke Air Dorong Motor Warga, Sementara BPJN Aceh dan Pemerintah Aceh Dinilai Abai, Warga Panggil Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Enam Bulan Belum Terima Gaji Sepanjang Tahun 2026, Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Pertanyakan Hak Mereka ke Pemda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Desakan Hentikan Galian C Menguat, Masyarakat Lima Desa Aceh Tenggara Kehilangan Lahan Gara-gara Tanggul Jebol

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:12 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:50 WIB

Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:51 WIB

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Berita Terbaru