Buntut “Proyek Hantu” hingga Posyandu Pir Busuk, Geuchik Krueng Baro Blang Mee Resmi Dilaporkan ke Kejari Aceh Utara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:54 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Dugaan penyelewengan Dana Desa di Gampong Krueng Baro Blang Mee, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya memasuki babak baru. Sang Geuchik (Kepala Desa) resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara atas dugaan korupsi, mark up, hingga pengerjaan proyek fiktif pada tahun anggaran 2024 dan 2025.

Laporan tersebut resmi diserahkan oleh perwakilan masyarakat pada Kamis (26/02/2026). Pihak pelapor mengonfirmasi bahwa berkas aduan mereka telah diterima dengan baik oleh jajaran Kejari Aceh Utara.

” Ada beberapa item fisik maupun non-fisik di tahun 2024 dan 2025 yang kami duga kuat di-mark up dan fiktif. Salah satu yang paling mencolok adalah dana Ketahanan Pangan tahun 2025 yang patut diduga sebagai proyek fiktif, serta anggaran Posyandu,” ungkap sang pelapor usai keluar dari gedung Kejari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis Transparansi: Anggaran Ada, Papan Informasi Nihil

Keresahan warga tidak hanya sebatas pada fisik bangunan, tetapi juga pada gaya kepemimpinan sang Geuchik yang dinilai tidak transparan. Menurut warga, Rapat Umum Gampong sangat jarang dilaksanakan, sehingga masyarakat buta terhadap arah pembangunan desa.

Lebih ironis lagi, pembuatan papan informasi (baliho) Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) yang merupakan kewajiban transparansi publik, nyatanya tidak pernah terpasang. Padahal, anggaran untuk papan informasi tersebut secara jelas telah diplot dalam APBG.

Dari Proyek Hantu 120 Juta hingga Tragedi “Pir Busuk”

Kasus ini sebelumnya sempat viral dan menjadi sorotan tajam media massa. Publik dihebohkan dengan dugaan “Proyek Hantu” pada program Ketahanan Pangan Gampong senilai Rp 120 juta yang wujudnya dipertanyakan.

Selain itu, pelayanan dasar masyarakat juga diduga menjadi korban. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Posyandu desa setempat sempat menuai kecaman keras lantaran warga diduga hanya diberikan buah pir yang sudah membusuk.

Bukannya memberikan klarifikasi terkait rentetan polemik tersebut, sang Geuchik justru memilih bungkam dan terkesan menghindar. Ia bahkan diduga memblokir nomor telepon wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi.

Camat Buka Suara

Menanggapi carut-marut di desa bawahannya, Camat Samudera sebelumnya telah angkat bicara. Ia berjanji bahwa pengelolaan Dana Desa Krueng Baro Blang Mee akan segera diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Utara.

Terkait polemik dana Ketahanan Pangan Rp 120 juta, Camat menyebutkan bahwa berdasarkan klaim awal, dana tersebut digunakan untuk pengadaan tanah. “Katanya untuk beli tanah, namun ini akan kita kroscek kembali kebenarannya di lapangan,” ucap Camat

Kini, bola panas berada di tangan Kejari dan Inspektorat Aceh Utara. Masyarakat Krueng Baro Blang Mee menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas misteri “proyek hantu” dan mengembalikan hak-hak desa yang diduga telah dirampas.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api
Polsek Nibong Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu, Jelang Hari Bhayangkara ke-80,
Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Paya Bakong Salurkan Bantuan Bansos Kepada warga Lansia
Jelang HUT Bhayangkara ke 80 Pengurus Bhayangkari Ranting Baktiya Barat Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu
Empat Pria Dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi Di Nisam
Satlantas Polres Aceh Utara Antisipasi Balap Liar, Empat Motor Knalpot Brong Diamankan Saat Patroli Blue Light
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:28 WIB

GMNI Sumut Mendukung Tindakan Tegas dan Terukur Bagi Pelaku Kriminal Khususnya Begal Karena Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Sikat Habis Kejahatan Jalanan! Polrestabes Medan Bongkar 8 Gudang Ranmor dan Tindak Tegas 37 Tersangka ​

Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:23 WIB

Dalam 72 Jam, Polda Sumut Gempur Sarang Narkoba: 134 Kasus Terbongkar, 26 Barak Dimusnahkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:38 WIB

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum Di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber Di Era Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:38 WIB

Dari Video Viral ke Sidang Etik: Kompol DK Dipecat, Polda Sumut Tegaskan Komitmen Penindakan Tegas

Senin, 4 Mei 2026 - 14:42 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 14:01 WIB

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ? …

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB