Camat Tanah Pasir Bungkam, Skandal Rp 300 Juta Dana Desa Prie Jadi Tanya: Monev Hanya Seremonial?

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:20 WIB

5069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Sikap diam ditunjukkan oleh Fadli Camat Tanah Pasir, Aceh Utara, terkait skandal dugaan penggelapan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Gampong Prie yang mencapai angka fantastis, lebih dari Rp300 juta. Alih-alih memberikan klarifikasi atau langkah konkret, orang nomor satu di kecamatan tersebut justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (03/02/2026), Camat Fadli hanya menjawab singkat, “Waalaikumsalam,” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Ironisnya, pertanyaan mendalam yang diajukan wartawan mengenai langkah pengawasan kecamatan terhadap hilangnya sang Geuchik (Kepala Desa) dan dugaan raibnya anggaran desa hanya dibaca, ditandai dengan centang biru yang menyala namun tak berbalas, via telepon pun belum tersambung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fungsi Pengawasan Dipertanyakan?

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, ditetapkan 3 Mei 2018, menegaskan peran strategis Camat dalam membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa. Camat bertugas mengevaluasi Rancangan Peraturan Desa (RPDes) tentang APBDes, laporan pertanggungjawaban APBDes, serta pengelolaan keuangan/dana desa.

Sikap pasif pihak kecamatan ini menuai kritik tajam, publik kini mulai mempertanyakan efektivitas fungsi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang seharusnya dilakukan oleh pihak kecamatan. Muncul dugaan kuat bahwa proses pengawasan selama ini hanya bersifat seremonial di atas kertas, tanpa menyentuh fakta di lapangan.

“Jika dana sebesar itu bisa raib dan pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan serta bantuan anak yatim tidak terealisasi, ke mana tim Monev Kecamatan selama ini? Apakah hanya datang, foto-foto, lalu pulang tanpa melihat realisasi anggaran?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram.

Monev: Formalitas atau Pengawasan Nyata?

Kasus Gampong Prie seolah menjadi tamparan keras bagi sistem birokrasi di Aceh Utara. Bagaimana mungkin anggaran ratusan juta rupiah bisa diduga fiktif, mulai dari sektor ketahanan pangan hingga insentif guru pengajian, namun tidak terdeteksi sejak dini oleh otoritas kecamatan?
Bungkamnya Camat Fadli justru memperkeruh suasana di tengah masyarakat yang sedang menuntut keadilan.

Hal ini juga memicu spekulasi liar mengenai adanya pembiaran atau lemahnya pengawasan struktural terhadap penggunaan dana publik di tingkat desa.

Desakan Audit Investigatif

Diberitakan sebelumnya, Geuchik Gampong Prie, Syamsuddin, dikabarkan telah menghilang selama satu bulan. Sementara Bendahara Desa, M. Ilyas, terkesan “menantang” warga saat ditanya soal transparansi anggaran.

Daftar “dosa” anggaran yang diduga fiktif mencakup:

Pengaspalan Jalan (Tahap 1): Rp140,8 Juta
Ketahanan Pangan: Rp99,7 Juta
Bantuan Anak Yatim & Gaji Tuha Peuet yang tak kunjung dibayarkan.

Mengingat regulasi baru dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang sudah berlaku per Januari 2026, ancaman pidana bagi pelaku korupsi dana desa kini semakin berat, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Tanah Pasir untuk memastikan apakah akan ada audit investigatif segera atau kasus ini akan dibiarkan menguap begitu saja.

Pewarta: Fadly P.B

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api
Polsek Nibong Salurkan Bansos untuk Warga Kurang Mampu, Jelang Hari Bhayangkara ke-80,
Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Paya Bakong Salurkan Bantuan Bansos Kepada warga Lansia
Jelang HUT Bhayangkara ke 80 Pengurus Bhayangkari Ranting Baktiya Barat Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu
Empat Pria Dan Sabu 64 Gram Diciduk Polisi Di Nisam
Satlantas Polres Aceh Utara Antisipasi Balap Liar, Empat Motor Knalpot Brong Diamankan Saat Patroli Blue Light
Menakar Taji Pengawasan Kacabdin: Saat Ruang Kerja Kepsek SMAN 1 Tanah Pasir Diduga Sering Kosong
Ketika Transparansi Hanya Retorika: Konfirmasi Korupsi, Inspektur Aceh Utara Diduga Blokir Nomor Wartawan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:28 WIB

GMNI Sumut Mendukung Tindakan Tegas dan Terukur Bagi Pelaku Kriminal Khususnya Begal Karena Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Sikat Habis Kejahatan Jalanan! Polrestabes Medan Bongkar 8 Gudang Ranmor dan Tindak Tegas 37 Tersangka ​

Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:23 WIB

Dalam 72 Jam, Polda Sumut Gempur Sarang Narkoba: 134 Kasus Terbongkar, 26 Barak Dimusnahkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:38 WIB

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum Di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber Di Era Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:38 WIB

Dari Video Viral ke Sidang Etik: Kompol DK Dipecat, Polda Sumut Tegaskan Komitmen Penindakan Tegas

Senin, 4 Mei 2026 - 14:42 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 14:01 WIB

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ? …

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB