Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 22:45 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 19 Januari 2026.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Bukti Lemahnya Pengawasan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat, 6 Alat Berat Rusak Lolos Tanpa Quality Control ke Aceh Tenggara
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Kapolsek Turun ke Air Dorong Motor Warga, Sementara BPJN Aceh dan Pemerintah Aceh Dinilai Abai, Warga Panggil Gubernur Jawa Barat
Enam Bulan Belum Terima Gaji Sepanjang Tahun 2026, Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Pertanyakan Hak Mereka ke Pemda
Desakan Hentikan Galian C Menguat, Masyarakat Lima Desa Aceh Tenggara Kehilangan Lahan Gara-gara Tanggul Jebol
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Dukung Generasi Qurani, Kapolsek Peureulak Barat Hadiri Pembukaan FASI ke-V

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dekat Dengan Anak Sejak Dini, Polsek Peureulak Barat Tanamkan Disiplin Lewat Saweu Sekolah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Hari Santri 2026, Kapolsek Peureulak Barat Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Kapolsek Darul Aman Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kapolsek Nurussalam Antar Imam Gampong Matang Seuleumak ke Peristirahatan Terakhir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polisi Hadir Sepanjang Pekan, Kapolsek Idi Rayeuk Serap Aspirasi Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Kapolsek Idi Rayeuk dan Muspika Serahkan Bantuan untuk Warga Disabilitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek Peureulak Barat Motivasi Pelajar SMKN 1 Peureulak

Berita Terbaru