Afriadi Andika, SH.,MH Tuding, LP Korban di Polsek Lembang Jaya Diduga Tidak sesuai dengan Peristiwa

DETIK PUBLIK

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025 - 23:25 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok —- Marlisman (38) masyarakat Kampung Batu Barat Nagari Kampung Batu Dalam Kec.Danau Kembar Kab.Solok, jadi Korban dugaan Pengeroyokan Berencana yang diduga dilakukan Keluarga dari dan Istri oknum berinisial SGM oknum Wali Jorong Rawang Abu.

Dugaan tersebut telah di laporkan ke Polsek Lembang Jaya Kabupaten Solok, berdasarkan Laporan Polisi (LP) dengan nomor bukti laporan Model B-1 bernomor : STPL/05/IV/2025-SPKT/POLSEK LEMBANG JAYA/POLRES SOLOK pada Rabu tertanggal 09 April 2025 yang ditanda tangani oleh Ajun Inspektur Polisi Satu Ronaldy Yuasra SPK “A”

Akan hal tersebut diatas, Afriadi Andika, SH.,MH kepada awak media menceritakan kronologis peristiwa yang terjadi pada Marlisman Korban Pengeroyokan Berencana yang diduga dilakukan oleh 3 (tiga) pelaku yang saling memiliki hubungan keluarga yakni diduga Keluarga dan Istri dari oknum berinisial SGM Wali Jorong Rawang Abu.

Menurut Andika, peristiwa yang menimpa Marisman berawal disaat korban dari kediamannya yang berlokasikan Kampung Batu Dalam, menuju ladang miliknya yang berlokasi di Malako Nagari Koto Laweh Kec.Lembang Jaya dengan menaiki kendaraan roda dua milik pribadi si Korban pada hari Rabu (9/04/2025) pukul 07.00 wib

Sebelum sampai ke tujuan, sekitar pukul 10.00 wib.Dikarenakan kondisi jalan tanah dan licin korban membawa kendaraan dengan pelan dan dalam kondisi kendaraan yang dinaiki sedang berjalan, terdengar korban dipanggil oknum yang diduga beriinisial An memanggil korban yang berada dibelakang korban dengan mengatakan ; ” Singgah dulu minum kopi.”, korban tidak berhenti namun menjawab ” Nanti sore singgah pak etek,” kembali An membalas jawaban dari korban dengan menjawab ; terburu-buru kali. ucap Afriadi mengulangi ucapan Korban

Masih lanjut, Afriadi Andika masih menceritakan apa yang dialami korban. Yang mana pada hari yang sama dan waktu yang sama, setelah An memanggil dan korban tidak berhenti, lalu Ti yang diduga istri dari pada oknum berinisial SGM yang merupakan Wali Jorong Rawang Abu memanggil korban sambil berjalan menggiring korban yang menggunakan kendaraannya dengan pelan dengan berkata ; ” Saya memanggil, tidak mau diajak minum kopi.berhenti dulu sebentar, perlu sekali sama kamu.”. Nanti ajalah tek, hari sudah siang.jawab korban kepada Ti. Merasa tidak senang, diduga Ti memukul korban dengan menggunakan sepotong kayu bulat berukuran sebesar lengan tangan dari belakang.

Akibat terkena pukulan, korban menoleh kebelakang. Kembali korban mendapatkan pukulan yang diduga dengan menggunakan Batu yang dibungkus kain mengena pelipis mata dan kepala, yang mengakibatkan Marlisman (Korban) jatuh. Disaat korban jatuh, tiba pula oknum bernama AL yang diduga anak dari pada Ti dan SGM (oknum Wali Jorong), memukul tubuh korban dengan menggunakan sepotong kayu, diikuti dengan anak Ti lain yang bernama Yn turut memukul korban dengan menggunakan punggung parang yang dipegangnya ke arah kepala Korban sehingga mengeluarkan darah dan mengakibatkan korban tergeletak di tanah.

Setelah tergeletak, korban diinjak-injak secara bersamaan oleh pelaku yang diduga sekeluarga, sementara SGM (Wali Jorong) yang turut berada dilokasi bertepuk tangan. Korban yang tidak berdaya, saat hendak duduk. An kembali mengatakan, ” Mengadulah kemana mengadu, saya tidak takut siapapun.” Pelakupun bersama-sama meninggalkan korban dilokasi, sambil berjalan AL juga turut mengatakan kepada Korban dengan mengatakan. ” Kamu tidak boleh lewat sini lagi, jalan ini saya yang punya. “. tambah Andika

Keluarga korban mengetahui kejadian tersebut, dimana korban setwlah ditinggalkan pelaku berdiri tegak berjalan menuju ladang miliknya. Dikarenakan Ineh rajo salah seorang adik ipar yang berada di ladang korban, sedang menyemprot ladang melihat korban bersimpuh darah, melepaskan alat semprot yang dibawanya lalu menghubungi keluarga yang lain melalui telp seluler.

Ineh Rajo yang sedang menghubungi keluarga lainnya, sikorban tetap terus berjalan keluar ladang menuju Polsek Lembang Jaya, sebelum sampai di Polsek korban bertemu dengan Abang kandungnya yang menggunakan kendaraan roda dua, lalu abang korban membawa adiknya (Korban) ke Polsek. Sesampai di Polsek Lembang Jaya, korban langsung dibawa anggota ke Puskesmas yang berlokasikan di Bukit Sileh untuk memperoleh penanganan pertama.

Korban dilakukan visum langsung oleh anggota Polsek,dan setelah divisum dan menjalankan pengobatan. Korban dibawa kembali ke Polsek, dan langsung dimintai keterangan dan diterbitkannya Laporan Polisi Model ” B -1 “, dengan nomor laporan : STPL/05/IV/2025-SPKT/POLSEK LEMBANG JAYA/POLRES SOLOK. jelas Andika kembali

Di penghujung, akan hal tersebut diatas, Afriadi Andika, SH., MH selaku Kuasa Hukum Marisman menyampaikan STPL yang dibuat diduga tidak sesuai dengan peristiwa yang dialami oleh korban. Seharusnya didalam STPL, pihak Polsek menerapkan KUHP pasal 170 junto Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 Tentang membawa Senjata Sajam, bukan pasal Penganiayaanan dikarenakan bukti Korban lengkap.Oleh karena itu, saya meminta Kapolsek Lembang Jaya untuk segera menangkap pelaku dikarenakan hukum lebih terang daripada cahaya serta tidak ada yang kebal hukum dimana semua sama dimata hukum.

Apabila pelaku diduga menghilangkan alat bukti, maka pihak Polsek harus menambah pasal kepada Pelaku sebagaimana dituangkan dalam KUHP pasal 221,tegas Andika…..Nantikan Episode selanjutnya

Sumber : DPP AMI

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Sangat Mengapresiasi Penertiban Bangunan Lahan Melanggar Peruntukan Namun Jangan Lupakan Isi Perut Nasib Korbannya Di Jawa Barat
Siswa Setukpa Lemdiklat Polri Angkatan 55 Gelar Baksos di Sukabumi
Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional
Kakanwil Ditjenpas Riau Minta Maaf Terkait Bau Limbah di Lapas Kelas IIA Pekanbaru
Peran Polri Kapolda Riau Hadir: Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting Dorong Ekonomi Pesisir
Sejak Awal: Plt Gubernur Riau Tegaskan Polda Tak Pernah Minta Dana Baznas, Jembatan Presisi Dibangun Skema Kolaboratif
Klarifikasi Resmi FG alias Fran Gultom: Saya Tidak Pernah Miliki Gudang BBM Ilegal di Jalan Melati, Itu Berita Hoax, Silahkan Cek Langsung Ke Lokasi, Hanya Gudang Kosong.
Skandal Pemalsuan Tanda Tangan dan Narkoba Belum Berakhir, Jangan Serang Orang Lain Tanpa Bukti!

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:19 WIB

Isu Propam Turun ke Pontianak Ditepis, Agus Flores: Informasi Simpang Siur Menjurus Hoaks

Senin, 8 Juni 2026 - 10:43 WIB

Fokus Peringatan Hari Bhayangkara, Korlantas Polri Resmi Tunda Operasi Patuh 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 09:45 WIB

PW-FRN Counter Polri Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-51 Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edizzon Izir

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:28 WIB

Habiburokhman Dukung BNN Bongkar Jaringan Narkotika Rusia Di Bali

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:21 WIB

Mantan Wakabadan BGN SS Ajukan Justice Collaborator, Siap Bongkar Dugaan Korupsi dan Jual Beli Titik SPPG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:10 WIB

Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi Dari Rusia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:58 WIB

BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:40 WIB

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Korlantas Polri Kedepankan 60 persen Penegakan Hukum Berbasis ETLE

Berita Terbaru