Ayo Tagih Presiden Prabowo! Wujudkan Pendidikan SLTA untuk Seluruh Rakyat Indonesia

DETIK PUBLIK

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 19:45 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Bagaimana cara menaikkan tingkat pendidikan rakyat Indonesia? Mudah saja: keluarkan Keputusan Presiden (Keppres) bahwa seluruh rakyat Indonesia wajib menuntaskan pendidikan setingkat SLTA (SMA/SMK). Tidak ada alasan untuk menunda. Selama rakyat masih bernapas dan belum pikun, maka mereka harus diberikan kesempatan dan kewajiban untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SLTA melalui program penyetaraan yang merata dan, terutama, gratis.

Gagasan ini bukan utopia. Pada masa revolusi kemerdekaan, Bung Karno dengan lantang dan penuh semangat meluncurkan program pemberantasan buta huruf. Itu dilakukan ketika kondisi bangsa jauh lebih miskin dan tidak stabil dibandingkan hari ini. Namun semangat revolusioner dan keberpihakan kepada rakyat membuat hal itu bisa terwujud.

Sekarang, saat Indonesia telah tumbuh menjadi negara berpendapatan menengah, dengan anggaran pendidikan mencapai ratusan triliun rupiah, mengapa penyetaraan pendidikan SLTA justru masih menjadi beban rakyat? Mengapa rakyat harus membayar mahal untuk sekadar mengejar ijazah Paket C?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya, berdasarkan data dari berbagai PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di sejumlah daerah, biaya pendidikan Paket C—yang seharusnya menjadi hak rakyat untuk mengenyam pendidikan menengah—masih tergolong tinggi:

  • PKBM Tan Malaka, Tangerang: Rp3.250.000 (biaya administrasi)

  • Yayasan Robiatul Adawiyah, Marunda, Jakarta: Rp500.000 (pendaftaran) dan hingga Rp5.800.000 untuk Paket C IPA

  • PKBM Generasi Juara, Depok: Rp3.500.000 per semester

  • Lembaga Pendidikan MDC, Bandung: Rp290.000 per bulan

  • PKBM Pemuda Pelopor, Sukabumi: Rp1.800.000

Angka-angka ini jelas memberatkan, apalagi bagi buruh tani, pedagang kecil, ibu rumah tangga, pekerja informal, atau warga di perbatasan dan pedalaman. Jika pendidikan adalah hak, mengapa hak itu masih bersyarat dan mahal?

Kondisi ekonomi masyarakat belum membaik sepenuhnya. Upah minimum masih rendah, pekerjaan tidak selalu tetap, dan daya beli terbatas. Maka menagih Presiden Prabowo untuk menghadirkan program penyetaraan pendidikan gratis dan merata hingga tingkat SLTA adalah langkah yang benar dan mendesak.

Satu Keppres dari Presiden Prabowo dapat mengubah wajah pendidikan bangsa. Program ini tidak hanya soal ijazah, tetapi tentang martabat bangsa. Ketika rata-rata pendidikan rakyat hanya sampai SD atau SMP, bagaimana kita bisa bicara tentang produktivitas, daya saing global, dan bonus demografi?

Sudah saatnya Biro Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pendidikan rakyat Indonesia adalah SLTA. Itu hanya bisa terjadi jika negara hadir secara total—bukan setengah hati. Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan, ketertinggalan, dan kebodohan. Dan itu adalah tanggung jawab negara, bukan rakyat.

Jangan biarkan PKBM hanya menjadi ladang bisnis segelintir yayasan. Jadikan mereka mitra strategis negara, dengan pendanaan penuh dari APBN. Hadirkan regulasi nasional yang menjamin pendidikan penyetaraan Paket A, B, dan C gratis untuk semua, dan dorong semua warga yang belum lulus SLTA untuk kembali belajar.

Tagih janji revolusi mental! Saatnya rakyat mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan keberpihakan sejatinya pada akar rumput melalui kebijakan besar: Pendidikan SLTA untuk Semua. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Mengapa Koruptor Wajib Ditembak Mati, Cuma Mati Yang Mampu Memutuskan Mata Rantainya
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla
Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Soroti Perolehan Gelar Doktor Kakorlantas Polri dalam Waktu Singkat
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Mengaitkan AHY dengan Persoalan BGN, itu Salah Alamat dan Keliru

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:35 WIB

Hari kelima Evakuasi Boat wahab Di Batu Katak, Kapolsek Simpang Jernih Melalui Personel Reskrim Dan Bhabinkamtibmas Dampingi Warga Melidi

Selasa, 3 November 2026 - 12:11 WIB

Polisi Peduli Pendidkan, Kapolsek Julok Pimpin Upacara Bendera di SMP N 2 Julok

Selasa, 3 November 2026 - 12:01 WIB

Polsek Simpang Jernih Gencarkan Patroli Pekanan, Cegah Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Cegah Kecelakaan Di Lintasan Batu Katak, Kapolsek Simpang Jernih Imbau Warga Utamakan Keselamatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Subuh Keliling di Idi Tunong, Kapolres Aceh Timur Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Strong Point Pagi Hari, Polsek Idi Tunong Pastikan Keselamatan Pelajar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Green Policing, Polsek Julok Tanam Bakau, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Green Policing, Kapolres Aceh Timur Hijaukan Kembali SMA Negeri 1 Simpang Ulim

Berita Terbaru