Program Pemberdayaan Pupuk Organik Yang Di Cetus Oleh JRS Indonesia Kepada Warga Desa Batu Sumbang Aceh Timur

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 11:11 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMPANG JERNIH — Respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi tidak berhenti pada penanganan masa darurat. Di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, 24 /09/2026

Jesuit Refugee Service (JRS) melanjutkan dukungannya melalui program penguatan mata pencaharian (livelihood) bagi masyarakat terdampak.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari respons darurat JRS terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Desa Batu Sumbang, kehadiran JRS dirancang secara terbatas selama satu tahun.

Pendekatan yang diterapkan bukan untuk membangun ketergantungan masyarakat terhadap lembaga pendamping,

Melainkan memberikan stimulan sebagai fondasi awal bagi penguatan kapasitas dan kemandirian warga.

Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, masyarakat diperkenalkan dengan upaya pemanfaatan potensi lokal, termasuk pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan.

Salah satunya terlihat dalam kegiatan pelatihan bercocok tanam media lumpur dan pupuk organik yang melibatkan masyarakat Desa Batu Sumbang.

JRS menempatkan program tersebut sebagai proses membangun dasar pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, setelah masa pendampingan berakhir, masyarakat bersama pemerintah lokal diharapkan mampu meneruskan kegiatan secara mandiri sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.

“Kehadiran JRS di Desa Batu Sumbang sejak awal memang didesain sebagai stimulan, membangun fondasi atau dasar pemberdayaan warga masyarakat agar ke depannya dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga dan pemerintah lokal,”

Demikian penjelasan terkait program tersebut.
Karena konsepnya bersifat stimulan, pendampingan JRS di Desa Batu Sumbang tidak dirancang untuk berlangsung dalam jangka panjang.

Program juga tidak diarahkan hingga pada tahapan akses pasar atau pengembangan rantai pemasaran secara lebih luas.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi agar masyarakat memiliki ruang untuk mengambil alih dan mengembangkan sendiri fondasi yang telah dibangun selama masa pendampingan.

Berbeda dengan Aceh Timur, program lanjutan livelihood seperti ini tidak dilakukan JRS dalam konteks respons di Sumatera Utara.

Kehadiran di Desa Batu Sumbang secara khusus diarahkan sebagai bagian dari proses pemulihan dan penguatan kehidupan masyarakat pascabencana.

Dengan model tersebut, pemulihan tidak hanya dimaknai sebagai kembalinya kondisi masyarakat setelah bencana, tetapi juga

Sebagai upaya membangun kemampuan warga untuk mengelola potensi yang mereka miliki secara berkelanjutan

Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur,

Turut didampingi oleh tim JRS Indonesia, yang terdiri dari:
Koordinator: Entis Sutisna
Field Officer: Muhammad Sarli
Finance: Sarinawati

Tim JRS Indonesia tersebut terlibat dalam pelaksanaan pendampingan masyarakat sebagai bagian dari program livelihood

Yang merupakan kelanjutan respons terhadap bencana hidrometeorologi dan banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025.

Kehadiran JRS di Desa Batu Sumbang dirancang selama satu tahun dengan pendekatan stimulan,

Yakni membangun fondasi awal pemberdayaan agar masyarakat bersama pemerintah lokal nantinya dapat melanjutkan kegiatan secara mandiri.

{Jurnalis Agus Suriadi}

 

Berita Terkait

Mengawali Tugas Pertama Menjabat : Kapolres Aceh Timur, AKBP Aris Cai Pererat Sinergisitas Dengan Bupati Al-Farlaky
Tempati Rumah Dinas, Kapolres Aceh Timur Dipeusijuk Abu Keude Dua dan Santuni Anak Yatim
Tokoh Pemerhati Sosial Aceh Timur, Minta SPPG Tetap Harus Dipertahankan Dengan Perbaikan Kualitas Kelayakan
Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri
Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto
Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Dilantik, Bupati Al-Farlaky Minta Genjot Pendapatan Zakat
Pohon Sawit Timpa Rumah Warga, Kapolsek Idi Rayeuk Serahkan Bantuan
Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:11 WIB

Program Pemberdayaan Pupuk Organik Yang Di Cetus Oleh JRS Indonesia Kepada Warga Desa Batu Sumbang Aceh Timur

Rabu, 16 September 2026 - 16:08 WIB

Tempati Rumah Dinas, Kapolres Aceh Timur Dipeusijuk Abu Keude Dua dan Santuni Anak Yatim

Sabtu, 12 September 2026 - 12:37 WIB

Tokoh Pemerhati Sosial Aceh Timur, Minta SPPG Tetap Harus Dipertahankan Dengan Perbaikan Kualitas Kelayakan

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri

Kamis, 10 September 2026 - 13:49 WIB

Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Dilantik, Bupati Al-Farlaky Minta Genjot Pendapatan Zakat

Minggu, 6 September 2026 - 09:16 WIB

Pohon Sawit Timpa Rumah Warga, Kapolsek Idi Rayeuk Serahkan Bantuan

Minggu, 6 September 2026 - 09:10 WIB

Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Berita Terbaru