SIMPANG JERNIH — Respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi tidak berhenti pada penanganan masa darurat. Di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, 24 /09/2026
Jesuit Refugee Service (JRS) melanjutkan dukungannya melalui program penguatan mata pencaharian (livelihood) bagi masyarakat terdampak.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari respons darurat JRS terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Batu Sumbang, kehadiran JRS dirancang secara terbatas selama satu tahun.
Pendekatan yang diterapkan bukan untuk membangun ketergantungan masyarakat terhadap lembaga pendamping,
Melainkan memberikan stimulan sebagai fondasi awal bagi penguatan kapasitas dan kemandirian warga.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, masyarakat diperkenalkan dengan upaya pemanfaatan potensi lokal, termasuk pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan.
Salah satunya terlihat dalam kegiatan pelatihan bercocok tanam media lumpur dan pupuk organik yang melibatkan masyarakat Desa Batu Sumbang.

JRS menempatkan program tersebut sebagai proses membangun dasar pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, setelah masa pendampingan berakhir, masyarakat bersama pemerintah lokal diharapkan mampu meneruskan kegiatan secara mandiri sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
“Kehadiran JRS di Desa Batu Sumbang sejak awal memang didesain sebagai stimulan, membangun fondasi atau dasar pemberdayaan warga masyarakat agar ke depannya dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga dan pemerintah lokal,”
Demikian penjelasan terkait program tersebut.
Karena konsepnya bersifat stimulan, pendampingan JRS di Desa Batu Sumbang tidak dirancang untuk berlangsung dalam jangka panjang.
Program juga tidak diarahkan hingga pada tahapan akses pasar atau pengembangan rantai pemasaran secara lebih luas.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi agar masyarakat memiliki ruang untuk mengambil alih dan mengembangkan sendiri fondasi yang telah dibangun selama masa pendampingan.
Berbeda dengan Aceh Timur, program lanjutan livelihood seperti ini tidak dilakukan JRS dalam konteks respons di Sumatera Utara.
Kehadiran di Desa Batu Sumbang secara khusus diarahkan sebagai bagian dari proses pemulihan dan penguatan kehidupan masyarakat pascabencana.

Dengan model tersebut, pemulihan tidak hanya dimaknai sebagai kembalinya kondisi masyarakat setelah bencana, tetapi juga
Sebagai upaya membangun kemampuan warga untuk mengelola potensi yang mereka miliki secara berkelanjutan
Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur,
Turut didampingi oleh tim JRS Indonesia, yang terdiri dari:
Koordinator: Entis Sutisna
Field Officer: Muhammad Sarli
Finance: Sarinawati
Tim JRS Indonesia tersebut terlibat dalam pelaksanaan pendampingan masyarakat sebagai bagian dari program livelihood
Yang merupakan kelanjutan respons terhadap bencana hidrometeorologi dan banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025.
Kehadiran JRS di Desa Batu Sumbang dirancang selama satu tahun dengan pendekatan stimulan,
Yakni membangun fondasi awal pemberdayaan agar masyarakat bersama pemerintah lokal nantinya dapat melanjutkan kegiatan secara mandiri.
{Jurnalis Agus Suriadi}




























