Cerita Tiga Srikandi, Panen Melon hingga Menikmati Tempe Koro

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 22:38 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Matahari mulai meninggi, saat rombongan tiga Srikandi Aceh keluar dari komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/4/2026).

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, bertolak ke Gampong Lam Manyang Kecamatan Pekan Bada, untuk memanen serta menikmati Melon.

Rombongan juga bertolak ke Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala untuk melihat langsung proses pembuatan Tempe Koro serta menikmati Tempe Goreng Koro langsung, fresh from the penggorengan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Gampong Lam Manyang, Tiga Srikandi didampingi Rifat selaku pendiri Rumah Pangan, memanen langsung melon di lahan seluas setengah hektar. Total ada 3 ribu batang melon di tanam di lahan ini.

Ada dua jenis melon yang dikembangkan di sini, yaitu Inthanon dan sweetnet. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu pun berkesempatan memanen dan menikmati langsung lezat dan manisnya Melon Sweetnet.

“Mari datang ke kebun melon Gampong Lam Manyang. Petik sendiri dan langsung makan di sini. Jangan lupa, pilih melon sweetnet yang ‘wah’ atau sudah sedikit pecah merekah. Dijamin rasanya jauh lebih manis dibanding dengan yang masih bulat sempurna,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na berpromosi.

“Harganya juga jauh lebih murah jika kita beli langsung di kebun. Hanya Rp30 ribu perkilogramnya. Jika di pasar harganya bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu rupiah,” sambung Kak Na.

Usai puas memanen dan mencicipi melon, 3 Srikandi Aceh bertolak ke Gampong Alue Naga. Puluhan kilogram melon dibawa serta sebagai oleh-oleh serta memberdayakan ekonomi pengelola kebun melon di Peukan Bada.

Rombongan lalu menuju Rumah Produksi Pengolahan Tempe Koro. Pusat Pengolahan Koro ini juga dibina oleh Rumah Pangan binaan Rifat bersama tiga rekannya.

Untuk diketahui bersama, Rifat adalah putra asli Aceh yang menyelesaikan study pertanian di Belanda yang berhasil lulus dengan predikat suma cumlaude. Prestasi tersebut membuat dirinya mendapat tawaran menjadi dosen.

Namun Rifat menolak dan memilih untuk fokus pada kegiatan sosial, khususnya membantu dan menghimpun masyarakat mengembangkan sektor pertanian di tanah kelahirannya, Aceh .

“Rumah Pangan ini masih kecil, tapi dengan tekad dan kekuatan bersama kami yakin bisa bertumbuh. Dan kami menyadari, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, dukungan dari Ibu selaku Ketua TP PKK dan semua pihak, tentu akan sangat membantu upaya kami,” ujar Rifat.

Kepada 3 Srikandi Aceh, Rifat menjelaskan, di unit usaha Kacang Koro ini, mereka mengembangkan 5 komoditas, mulai dari benih, kacang koro, koro krispi, keripik dan tempe.

“Untuk produk tempe beku itu bisa bertahan hingga 2 bulan, sedangkan di suhu ruang tempe koro akan bertahan 2 hingga 3 hari saja. Untuk mendukung produksi, kita juga menanam kacang koro sendiri Bu. Di sekitar sini ada juga kebunnya. Sementara di seluruh Aceh, secara total ada 23 hektar yang tersebar di 8 kabupaten dan kota,” ujar Rifat menjelaskan.

Usai berdialog dan berdiskusi terkait pengembangan tempe koro, melon serta sejumlah unit usaha yang dikembangkan oleh Rumah Pangan, 3 Srikandi Aceh pun meninggalkan lokasi setelah seekumnyamemborong beberapa batang tempe siap olah hasil produksi Rumah Pengolahan Koro Alue Naga.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Profesor Dr Sutan Nasomal Rektor UBNB Klaem Bunda Guru Aceh Singkil Ny Habibatussania Safriadi Oyon Isteri Bupati Resmi Dilantik Dunia Pendidikan Pasti Press Maju 2027!!
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh
Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa
ASDP Sigap Tangani Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Investigasi dan Keselamatan Jadi Perhatian Utama
Latihan Menembak di Markas Brimob, Anggota DPRA Termuda Diana Putri Amelia Asah Fokus dan Kedisiplinan
Terapkan Prinsip BETAH, Kapolda Aceh Pantau Langsung Rikkes Tahap II 175 Calon Bintara Polri
Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Green Policing, Kapolres Aceh Timur Hijaukan Kembali SMA Negeri 1 Simpang Ulim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Kapolres Aceh Timur Tegaskan Sebagai Pemuda Harus Gigih dan Berkarakter

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Ditunjuk sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Dukung Generasi Qurani, Kapolsek Peureulak Barat Hadiri Pembukaan FASI ke-V

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dekat Dengan Anak Sejak Dini, Polsek Peureulak Barat Tanamkan Disiplin Lewat Saweu Sekolah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Hari Santri 2026, Kapolsek Peureulak Barat Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Kapolsek Darul Aman Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kapolsek Nurussalam Antar Imam Gampong Matang Seuleumak ke Peristirahatan Terakhir

Berita Terbaru