Gubernur Aceh Tegur PT. Kencana Hijau Binalestari atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan, Diberi Waktu 30 Hari untuk Perbaikan

DETIK PUBLIK

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 03:32 WIB

50403 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Gubernur Muzakir Manaf melayangkan surat teguran kepada PT. Kencana Hijau Binalestari, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus dan beroperasi di Kabupaten Gayo Lues. Teguran ini terkait dugaan pelanggaran dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ditemukan dalam hasil verifikasi lapangan oleh tim lintas dinas Pemerintah Aceh.

Surat teguran resmi tersebut bernomor 500.4/4737 dan diklasifikasikan sebagai bersifat “Segera”. Dalam surat tersebut, Gubernur Aceh memberikan waktu 30 hari sejak tanggal surat diterima oleh perusahaan, untuk segera melakukan perbaikan terhadap tiga poin pelanggaran yang telah teridentifikasi.

Teguran ini merupakan tindak lanjut atas verifikasi lapangan yang telah dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada 27 Juni 2024 dan 26 Februari 2025. Tim verifikasi terdiri dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, dan Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun temuan yang menjadi dasar dikeluarkannya teguran ini meliputi:

  1. Cerobong Emisi Boiler Tidak Sesuai Ketentuan Teknis
    Perusahaan dinyatakan belum memenuhi persyaratan teknis pada instalasi cerobong emisi dari unit boiler. Ketidaksesuaian ini berpotensi menyebabkan pencemaran udara di sekitar area pabrik.

  2. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tidak Disampaikan
    Kewajiban pelaporan LKPM sebagai bentuk tanggung jawab dan pengawasan terhadap investasi tidak dijalankan. Hal ini menunjukkan ketidakpatuhan administratif perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku.

  3. Duplikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
    Ditemukan bahwa KBLI yang digunakan perusahaan masih tercatat ganda dan belum dilakukan penghapusan. Hal tersebut dapat menimbulkan ketidaksesuaian perizinan serta risiko penyalahgunaan klasifikasi usaha.

Gubernur dalam suratnya menyatakan bahwa perusahaan wajib segera melakukan tindakan pemenuhan seluruh ketentuan teknis yang berlaku dan menyampaikan laporan koreksi secara resmi kepada pemerintah provinsi.

Sebagai bagian dari pengawasan lintas sektor, surat tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Bupati Gayo Lues, Kepala Dinas LHK Aceh, serta Kepala DPMPTSP Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh tidak main-main dalam menindak pelanggaran lingkungan yang terjadi di wilayahnya.

PT. Kencana Hijau Binalestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang hasil hutan bukan kayu, khususnya pengolahan getah pinus, dan beroperasi di kawasan yang sensitif secara ekologis. Aktivitas perusahaan tersebut berdekatan dengan kawasan hutan lindung dan daerah aliran sungai yang vital bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur Aceh menegaskan bahwa kegiatan usaha di sektor sumber daya alam harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tunduk terhadap regulasi lingkungan. Ketidakpatuhan terhadap aturan teknis maupun administratif tidak akan ditoleransi dan dapat berujung pada sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha jika tidak segera ditindaklanjuti.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh konfirmasi resmi dari pihak manajemen PT. Kencana Hijau Binalestari atas isi surat tersebut maupun langkah-langkah korektif yang akan ditempuh.

Teguran ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Semua pelaku usaha diimbau untuk meninjau kembali kepatuhan operasional mereka, demi mencegah dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. (TIM)

Berita Terkait

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues
Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Rehab Masjid Baiturrahman Kampung Gajah
Rehab MCK, Sasaran Tambahan TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
Berawal dari Informasi Warga, Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Gunakan Sabu”
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:28 WIB

GMNI Sumut Mendukung Tindakan Tegas dan Terukur Bagi Pelaku Kriminal Khususnya Begal Karena Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Sikat Habis Kejahatan Jalanan! Polrestabes Medan Bongkar 8 Gudang Ranmor dan Tindak Tegas 37 Tersangka ​

Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:23 WIB

Dalam 72 Jam, Polda Sumut Gempur Sarang Narkoba: 134 Kasus Terbongkar, 26 Barak Dimusnahkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:38 WIB

Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum Di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber Di Era Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:38 WIB

Dari Video Viral ke Sidang Etik: Kompol DK Dipecat, Polda Sumut Tegaskan Komitmen Penindakan Tegas

Senin, 4 Mei 2026 - 14:42 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Senin, 4 Mei 2026 - 14:01 WIB

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ? …

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Kebun Ganja di Peureulak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:21 WIB